Grand Final Duta Genre Maluku 2026, Edi Setiawan: Remaja Adalah Jembatan Emas Menuju Indonesia Emas

Ambon. Jejakberita, Com — Masa depan Maluku ada di tangan remaja. Jika generasi muda hari ini gagal dipersiapkan, bonus demografi yang seharusnya menjadi kekuatan justru bisa berubah menjadi ancaman.

Pesan tegas itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Edi Setiawan, dalam sambutannya di hadapan  tamu undangan dan 18 finalis Duta Genre Maluku 2026.

Grand Final Apresiasi Duta Genre Provinsi Maluku 2026 yang digelar di Marina Hotel Ambon, Kamis (10/9/2026).

Edi menyebut remaja sebagai “jembatan emas” menuju masa depan Maluku. Menurutnya, kualitas generasi muda hari ini akan sangat menentukan apakah Maluku mampu memanfaatkan bonus demografi atau justru menghadapi persoalan akibat bonus demografi tersebut.

“Remaja adalah jembatan emas. Remaja yang akan menentukan apakah Maluku benar-benar bisa menikmati Indonesia Emas atau tidak,” kata Edi.

Ia menegaskan, pembangunan generasi muda tidak cukup hanya berbicara soal pendidikan formal. Remaja juga harus memiliki karakter, akhlak, kemampuan, serta keberanian untuk mengambil peran di lingkungan masing-masing.
Edi bahkan mengingatkan adanya dua kemungkinan yang bisa dihadapi Maluku.

“Remaja yang punya kemampuan luar biasa dan akhlak yang baik adalah remaja yang akan bisa mengatakan Maluku benar-benar bisa menikmati bonus demografi atau kita justru akan menikmati bencana demografi,” ujarnya.

Karena itu, menurut Edi, pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus mendorong berbagai program yang menyasar generasi muda, salah satunya melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi remaja untuk mendapatkan informasi, meningkatkan kapasitas diri, serta terlibat dalam kegiatan yang berdampak positif bagi lingkungan dan sesama remaja.

Di hadapan para finalis, Edi juga meluruskan bahwa pemilihan Duta Genre Maluku bukanlah kontes yang semata-mata mencari remaja dengan penampilan menarik.

Menurutnya, para finalis telah mengikuti proses panjang sejak tahapan awal hingga grand final. Karena itu, sosok yang nantinya keluar sebagai juara harus mampu menunjukkan kualitas dan kontribusi nyata.

“Kita bukan hanya memilih remaja yang cantik dan tampan. Kita memilih remaja yang punya program yang bagus bagi remaja dan sudah ada keberdampakan terhadap remaja di lingkungan mereka masing-masing,” tegasnya.

Edi menilai keberdampakan menjadi salah satu poin penting dalam proses penilaian. Kemampuan berbicara di depan publik memang penting, tetapi tidak cukup.

Para finalis juga harus mampu menunjukkan apa yang telah mereka lakukan untuk membantu, membina, menginspirasi, dan menjadi contoh bagi remaja lainnya.

“Bukan hanya kemampuan dia dalam public speaking, tapi juga bagaimana dia sudah berbuat bagi remaja-remaja lainnya,” katanya.

Karena itu, Edi meminta para finalis tidak menjadikan grand final sebagai garis akhir perjuangan. Sebaliknya, predikat Duta Genre harus menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Seleksi bukan tujuan akhir. Tugas kalian sesudah seleksi adalah bagaimana kalian bisa berkiprah dan berkontribusi terhadap pembangunan di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Ia juga meminta para finalis yang nantinya terpilih menjadi juara agar mampu menjadi role model bagi remaja di kabupaten dan kota masing-masing.

Menurut Edi, seorang Duta Genre harus mampu membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemenang sebuah ajang, tetapi juga figur muda yang mampu membawa pesan perubahan.

Grand Final Apresiasi Duta Genre Provinsi Maluku 2026 diikuti 18 finalis. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bunda Genre Provinsi Maluku, Bunda Genre Kota Ambon, serta Bunda Genre dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Maluku Barat Daya.
Dewan juri dan sejumlah tamu undangan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Edi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk para mitra dan sponsor.

Ia kembali menegaskan bahwa perjuangan para finalis tidak berhenti setelah pengumuman juara.
Justru, setelah menyandang predikat Duta Genre, mereka dituntut membuktikan kemampuan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi remaja.

“Grand final hari ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab untuk memberikan kontribusi dan dasar positif bagi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Edi. (JB-01)

Pos terkait