SBB Gaspol Lawan Stunting! BKKBN dan Pemda Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh

PIRU. Jejakberita, Com – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) memperkuat langkah percepatan penanganan stunting dengan menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku. Sinergi lintas sektor diperkuat melalui pelaksanaan Program GENTING sebagai bagian dari upaya mewujudkan SBB bebas stunting.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pelaksanaan Program GENTING Menuju SBB Bebas Stunting” itu digelar di Ruang Pertemuan Utama Lantai 3 Kantor Bupati SBB, Jalan JF Puttileihalat Nomor 1, Kota Piru, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dr Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama, S.Pd., Sekretaris Daerah SBB Alvin Tuasuun, SP., M.Si., para staf ahli dan asisten Sekretariat Daerah SBB, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten SBB Elsye K. Ursia, S.Sos., serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten SBB Suhna Umayah Patty, S.Sos.

Turut hadir para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemda SBB, penyuluh keluarga berencana, Tim Pendamping Keluarga, kader, serta tenaga kesehatan.

Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama menegaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh dipandang sebatas program kerja rutin pemerintah.

Menurutnya, pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama sekaligus investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi SBB yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing.

“Penanganan stunting bukan sekadar program kerja rutin, melainkan wujud tanggung jawab moral dan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus Seram Bagian Barat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” kata Kainama dalam sambutannya.

Dia menekankan persoalan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi. Dibutuhkan integrasi program dan komitmen kolektif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha hingga masyarakat.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemkab SBB mendorong sejumlah program prioritas yang menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Program tersebut meliputi GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Tidak Sekolah), SIDAYA (Aksi Dampingi dan Berdayakan Perempuan Terintervensi Stunting), serta TAMASYA (Tanam Bersama Masyarakat untuk Ketahanan Pangan).

Kainama mengatakan program-program tersebut dirancang untuk menangani akar persoalan stunting secara lebih menyeluruh. Intervensinya tidak hanya menyangkut pemenuhan gizi, tetapi juga pendampingan keluarga, keberlanjutan pendidikan dan penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

“Program-program ini dirancang untuk menyasar akar permasalahan stunting secara menyeluruh, mulai dari asupan gizi, pendampingan keluarga, keberlanjutan pendidikan hingga penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat,” ujarnya.

Dia juga meminta seluruh jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha dan elemen masyarakat tidak menjadikan kegiatan tersebut sebatas agenda seremonial.

Menurutnya, setiap pihak harus mengoptimalkan perannya, memperkuat koordinasi dan memastikan berbagai intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama di tingkat desa.

“Dengan energi yang solid serta kerja keras bersama, saya optimis target menuju Kabupaten Seram Bagian Barat bebas stunting dapat kita wujudkan demi masa depan anak-anak yang lebih baik,” tegasnya.

Penguatan kolaborasi antara BKKBN Provinsi Maluku dan Pemkab SBB diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan berbagai intervensi di lapangan sekaligus memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah stunting sejak dini. (JB-01)

Pos terkait