300 Buku Baru Masuk Lapas Perempuan Ambon, Warga Binaan Makin Rajin Belajar hingga Juara Cerdas Cermat

Ambon. Jejakberita, Com — Tembok penjara tak menjadi penghalang bagi warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Ambon untuk terus belajar. Sebanyak 300 buku bacaan diperbarui untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menghadirkan ruang belajar yang lebih hidup bagi warga binaan.

Peremajaan koleksi perpustakaan tersebut dilakukan melalui penyerahan 300 buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon kepada Lapas Perempuan Ambon, Rabu (9/9/2026).

Buku-buku lama yang sebelumnya tersedia ditarik dan diperbarui dengan koleksi bacaan yang lebih beragam dan relevan. Langkah ini diharapkan membuat perpustakaan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar dan pengembangan diri bagi warga binaan.

Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, mengatakan keberadaan perpustakaan memiliki peran penting dalam proses pembinaan. Menurutnya, buku dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kembali optimisme untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami ingin perpustakaan di dalam Lapas bukan hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang bagi warga binaan untuk belajar, membuka wawasan, berefleksi dan menemukan kembali harapan,” ujar Hesta.

Manfaat perpustakaan bahkan dirasakan langsung oleh warga binaan. Salah seorang warga binaan berinisial B mengungkapkan, perpustakaan selama ini menjadi salah satu tempat yang mereka andalkan untuk mempersiapkan diri mengikuti berbagai kegiatan.

Kebiasaan membaca dan belajar di perpustakaan turut membantu kelompoknya hingga berhasil meraih juara pertama dalam lomba cerdas cermat.

“Kami di kelompok meraih juara cerdas cermat karena selama ini kami selalu mengandalkan perpustakaan yang disediakan oleh Lapas untuk belajar,” ungkap B.

Cerita tersebut menjadi gambaran bahwa budaya literasi di dalam Lapas bukan sekadar program formal. Buku yang tersedia dapat menjadi sumber pengetahuan yang digunakan warga binaan untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, sekaligus membangun rasa percaya diri.

Karena itu, Lapas Perempuan Ambon mengapresiasi dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon melalui peremajaan koleksi tersebut.

Hesta menyebut kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat kualitas pembinaan, khususnya dalam memberikan akses terhadap pengetahuan dan kegiatan positif bagi warga binaan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon. Peremajaan 300 buku ini memberikan energi baru bagi budaya literasi warga binaan dan memperkuat pembinaan kepribadian di LPP Ambon,” katanya.

Hesta berharap ratusan koleksi baru tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga binaan. Kehadiran buku-buku baru diharapkan mampu meningkatkan minat membaca sekaligus mendorong semakin banyak aktivitas belajar di lingkungan Lapas.

Lapas Perempuan Ambon pun berkomitmen terus mengoptimalkan perpustakaan sebagai salah satu sarana pembinaan. Sinergi dengan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat budaya literasi, membuka akses pengetahuan, serta membantu warga binaan mengembangkan kemampuan dan keterampilan sebagai bekal sebelum kembali ke tengah masyarakat.

(JB-01)

Pos terkait