Ambon. Jejakberita, Com — Pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon tak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga penguatan mental dan spiritual. Melalui ibadah bersama Tim Mission Prison Gereja Eklesia, warga binaan beragama Kristen mendapatkan ruang untuk memperkuat iman sekaligus membangun harapan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan pembinaan kerohanian tersebut berlangsung di Gereja Eklesia, Rabu (2/9/2026). Ibadah diikuti warga binaan dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Perempuan Ambon menjalankan pembinaan kepribadian secara berkelanjutan. Pembinaan kerohanian dinilai penting untuk membantu warga binaan melakukan introspeksi diri serta mendapatkan penguatan selama menjalani masa pembinaan.
Melalui doa, puji-pujian dan penyampaian firman Tuhan, warga binaan diajak untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang warga binaan berinisial B mengaku mendapatkan penguatan setelah mengikuti ibadah bersama Tim Mission Prison.
“Saya bersyukur dapat mengikuti ibadah bersama Tim Mission Prison Gereja Eklesia. Kegiatan ini memberikan penguatan bagi saya untuk terus memperbaiki diri, lebih dekat kepada Tuhan, dan tetap memiliki harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujar B.
Koordinator Tim Mission Prison, Corry, mengatakan pelayanan rohani tersebut merupakan bentuk dukungan kepada warga binaan selama menjalani proses pembinaan di Lapas.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan penguatan rohani bagi warga binaan. Kami berharap melalui pelayanan ini, warga binaan dapat semakin dikuatkan dalam iman, memiliki semangat untuk memperbaiki diri, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Corry.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, mengapresiasi keterlibatan Tim Mission Prison Gereja Eklesia dalam memberikan pelayanan kerohanian kepada warga binaan.
Menurut Hesta, pembinaan kerohanian memiliki posisi penting dalam membentuk karakter sekaligus memberikan kekuatan psikologis dan harapan kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Kami sangat mengapresiasi pelayanan rohani yang diberikan oleh Tim Mission Prison Gereja Eklesia kepada warga binaan. Pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian karena tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga memberikan penguatan dan harapan bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri,” ujar Hesta.
Hesta berharap sinergi antara Lapas Perempuan Ambon dan lembaga keagamaan tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan dalam mendukung proses pembinaan dan mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” katanya.
Lapas Perempuan Ambon menegaskan akan terus mendorong pola pembinaan yang humanis dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan meningkatkan kualitas diri, memperkuat karakter, serta memiliki kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (JB-01)






