AMBON. Jejakberita, Com – Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terus memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan lanjut usia (lansia). Salah satu langkah yang kini menjadi program prioritas nasional adalah SIDAYA atau Lansia Berdaya yang mulai diperkenalkan di berbagai daerah, termasuk Kota Ambon.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga) Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (9/6/2026).
Menurut Edi, program SIDAYA merupakan pengembangan dari program Bina Keluarga Lansia (BKL) yang selama ini telah berjalan. Setelah transformasi BKKBN menjadi kementerian, perhatian terhadap lansia diperkuat melalui empat layanan utama dalam program SIDAYA.
“Kalau sebelumnya kita punya Bina Keluarga Lansia, sekarang ada program prioritas yang menyasar lansia, yaitu SIDAYA atau Lansia Berdaya,” kata Edi.
Ia menjelaskan, layanan pertama dalam SIDAYA adalah pemeriksaan kesehatan rutin bagi lansia untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau.
Layanan kedua berupa pendampingan Perawatan Jangka Panjang (PJP). Melalui program ini, keluarga yang memiliki anggota lansia akan diberikan edukasi mengenai cara merawat lansia dengan baik dan benar.
“Kita ingin keluarga memahami bagaimana memberikan perawatan terbaik kepada lansia yang ada di rumah,” ujarnya.
Program ketiga adalah Lansia Planner yang bertujuan menjaga produktivitas lansia. Menurut Edi, banyak lansia masih memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi seperti kerajinan anyaman dan berbagai usaha produktif lainnya.
“Kita ingin lansia tetap berdaya dan produktif. Tadi kita lihat ada lansia yang memiliki keterampilan anyaman dan itu punya potensi ekonomi yang baik,” jelasnya.
Sementara program keempat adalah pengembangan Kartu Lansia yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Kartu tersebut diharapkan dapat memberikan berbagai kemudahan layanan bagi lansia.
“Kita ingin lansia mendapatkan pelayanan ekstra, bukan hanya di bidang kesehatan tetapi juga transportasi dan layanan publik lainnya yang memang layak mereka terima,” katanya.
Target Penambahan Sekolah Lansia
Selain memperkuat program SIDAYA, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga juga menargetkan penambahan jumlah Sekolah Lansia di Kota Ambon.
Edi mengatakan, sekolah lansia yang saat ini telah berjalan akan terus diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan.
“Kita berharap jumlah sekolah lansia bisa terus bertambah, dari tiga menjadi lima, kemudian sepuluh, bahkan lebih,” ujarnya.
Ia menilai pendekatan melalui kelompok warga senior di gereja maupun komunitas keagamaan lainnya sangat efektif. Kelompok yang sudah ada tidak perlu dibentuk ulang, tetapi cukup diperkuat melalui implementasi program-program SIDAYA.
“Kelompok warga senior yang sudah ada bisa direbranding menjadi sekolah lansia dengan memasukkan program-program yang kita miliki,” jelasnya.
Program Keluarga Ambon Dinilai Sudah di Jalur yang Tepat
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menilai berbagai program pembangunan keluarga di Kota Ambon telah berjalan pada jalur yang tepat.
Menurutnya, kementerian memiliki tanggung jawab mendampingi keluarga sejak tahap calon pengantin hingga memasuki usia lanjut melalui pendekatan siklus hidup keluarga.
“Kita mengawal keluarga mulai dari calon pengantin, balita, remaja, hingga lansia. Setiap tahap memiliki program masing-masing,” katanya.
Untuk keluarga yang memiliki balita, kementerian saat ini mengembangkan program Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak. Program tersebut merupakan penguatan kualitas tempat penitipan anak agar tidak hanya menjadi tempat pengasuhan sementara, tetapi juga pusat pemantauan tumbuh kembang anak.
Selain itu, pemerintah juga mendorong Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengasuhan dalam keluarga.
Edi menegaskan kehadiran seorang ayah sangat penting dalam tumbuh kembang anak dan ketahanan keluarga.
“Fungsi ayah bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga hadir dalam pengasuhan anak dan pendampingan keluarga. Berbagai persoalan seperti bullying maupun kekerasan terhadap anak bisa dicegah ketika ayah hadir dalam keluarga,” tegasnya.
Ia berharap para ayah di Maluku, khususnya Kota Ambon, semakin aktif mengambil peran dalam pengasuhan sehingga mampu menciptakan keluarga yang sehat, kuat, dan berkualitas. (JB-01)






