Ambon. Jejakberita,Com– Upaya pencegahan stunting di Provinsi Maluku terus diperkuat dari hulu. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Maluku menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Ambon untuk membekali para ayah dengan keterampilan vokasi melalui pelatihan teknik pendingin (refrigerasi).
Sebanyak 16 peserta yang merupakan para ayah dan calon ayah dari berbagai wilayah di Pulau Ambon mengikuti tahapan verifikasi berkas serta asesmen Tes Kompetensi Dasar (TKD).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Arumbai Kencana, Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Selasa (3/3/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari penguatan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.
Dalam kegiatan tersebut, tim teknis dari BPVP Ambon melakukan pengecekan fisik dokumen persyaratan guna memastikan validitas data para peserta. Selain itu, peserta juga dipandu membuat akun pada aplikasi SIAPkerja agar terhubung dengan ekosistem ketenagakerjaan nasional.
Melalui platform digital tersebut, peserta diharapkan lebih mudah mengakses informasi pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, hingga peluang kerja di masa mendatang.
Setelah proses administrasi selesai, seluruh peserta langsung mengikuti Tes Kompetensi Dasar (TKD). Tes ini bertujuan untuk mengukur kesiapan awal peserta sebelum mengikuti pelatihan teknis refrigerasi secara intensif.
Tim BPVP Ambon menjelaskan bahwa keahlian di bidang teknik pendingin saat ini memiliki peluang pasar yang cukup besar di Maluku.
Kebutuhan teknisi pendingin tidak hanya berasal dari rumah tangga, tetapi juga dari sektor perikanan yang berkembang di wilayah kepulauan.
Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Maluku, Siti Rohani, mengatakan pelibatan para ayah dalam pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi pencegahan stunting dari sisi ekonomi keluarga.
“Keterlibatan ayah dalam pelatihan vokasi ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting dari hulu. Dengan membekali para ayah keterampilan teknis yang kompeten, diharapkan kemandirian ekonomi keluarga meningkat sehingga berdampak pada pemenuhan gizi dan kualitas hidup anak,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, BKKBN Maluku berharap para peserta tidak hanya menjadi tenaga teknis yang terampil, tetapi juga menjadi kepala keluarga yang lebih berdaya secara ekonomi.
Sinergi antara BKKBN dan BPVP Ambon tersebut diharapkan turut memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mempercepat upaya penurunan angka stunting di Provinsi Maluku. (JB-01)






