BKKBN Maluku Gandeng Alfamidi Ambon Jadi Orang Tua Asuh, 15 Keluarga di Baguala Dapat Intervensi Gizi 6 Bulan

Jejakberita. Com, Ambon – Upaya pencegahan stunting di Kota Ambon mendapat dukungan dari sektor swasta. Alfamidi Branch Ambon resmi menjadi orang tua asuh bagi 15 keluarga berisiko stunting dan keluarga dengan anak stunting di Kecamatan Teluk Ambon Baguala melalui program intervensi gizi selama enam bulan.

Penyerahan bantuan nutrisi dilakukan di Kantor Camat Teluk Ambon Baguala, Kamis (19/2/2026), sebagai bagian dari kolaborasi program CSR Alfamidi Orang Tua Asuh Cegah Stunting dengan Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang menjadi salah satu prioritas BKKBN melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Melalui program ini, masing-masing keluarga penerima manfaat mendapatkan dua rak telur dan susu setiap bulan selama enam bulan. Penetapan penerima dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, serta dikoordinasikan bersama pemerintah kecamatan setempat.

Corporate Communication Alfamidi Branch Ambon, Fathul Rahman, mengatakan program ini merupakan bagian dari gerakan nasional Alfamidi yang digelar serentak di seluruh jaringan di Indonesia. Secara nasional, Alfamidi menargetkan penyaluran 190 ribu butir telur hingga Agustus mendatang, bertepatan dengan HUT ke-19 Alfamidi.

“Program ini berjalan selama enam bulan. Penyaluran tidak dilakukan sembarangan, tetapi berdasarkan rekomendasi dari BKKBN. Setiap bulan akan ada evaluasi bersama kader posyandu dan PKK Kecamatan Baguala untuk melihat perkembangan dan menentukan keluarga penerima sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dimungkinkan adanya penyesuaian penerima manfaat seiring evaluasi berkala, mengingat program difokuskan pada keluarga yang membutuhkan intervensi pencegahan stunting secara prioritas.

Sementara itu, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mincie H. Ubro, menegaskan keterlibatan pihak swasta sebagai orang tua asuh memperkuat implementasi Program GENTING di tingkat kecamatan.

“Kita bersyukur ada pihak swasta yang mau berbagi dan mendukung program ini. Stunting bukan penyakit, jadi jangan malu atau rendah diri. Yang perlu kita ubah adalah pola pikir terhadap pendampingan dan pola asuh anak,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan kehamilan melalui prinsip 4T, yakni tidak terlalu muda, tidak terlalu tua, tidak terlalu dekat jarak kehamilan, dan tidak terlalu banyak anak. Idealnya, jarak kelahiran minimal tiga tahun agar ibu dapat fokus pada tumbuh kembang anak.

Menurutnya, pemenuhan gizi dan perencanaan kehamilan perlu diperhatikan sejak sebelum anak lahir karena asupan ibu sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Teluk Ambon Baguala, Ketua TP PKK Kecamatan Teluk Ambon Baguala, jajaran Alfamidi Branch Ambon, serta warga penerima bantuan.

Program ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi nyata antara pemerintah dan swasta dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Ambon.

(JB-01)

Pos terkait