BKKBN Maluku Dorong PHBS untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Lewat TAMASYA KERABAT 2026

Oplus_131072

Jejakberita. Com, Ambon – Upaya memperkuat fondasi kualitas generasi masa depan terus digencarkan. Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menggelar Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) melalui Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) Seri 3 Tahun 2026 dengan fokus pada optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Rabu (19/2/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN Maluku itu diikuti mitra kerja, Penyuluh KB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga, kader, pengasuh, hingga orang tua dari berbagai daerah di Indonesia. Pelaksanaan dilakukan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Emanuella K. Yefta, Sp.A, M.Kes, hadir sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya PHBS sebagai fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, hingga kesehatan emosional anak usia dini.

“Perilaku hidup bersih dan sehat bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang,” ujarnya dalam pemaparan materi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, menegaskan anak usia 0–6 tahun berada pada fase golden age atau periode emas yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Pengasuhan yang tepat, lingkungan yang sehat, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi fondasi penting yang harus kita bangun bersama. Melalui kegiatan TAMASYA di KERABAT ini, kami ingin memperkuat kapasitas orang tua dan keluarga sebagai pengasuh utama anak,” kata Mauliwaty.

Ia menjelaskan, penerapan PHBS harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar teori. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan, memberikan makanan bergizi seimbang, memastikan anak cukup istirahat, serta aktif bergerak dinilai menjadi kunci tumbuh kembang yang optimal.

Menurutnya, keberhasilan pengasuhan anak tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Sinergi antara keluarga, tenaga kesehatan, kader, pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.

“Kelas Orang Tua Hebat ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku nyata di tingkat keluarga,” tegasnya.

Melalui TAMASYA KERABAT Seri 3 Tahun 2026, BKKBN Maluku berharap penguatan peran keluarga dapat menjadi gerakan bersama dalam menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

(JB-01)

Pos terkait