Jejakberita. Com, Ambon – Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana dengan mengevaluasi program pengendalian penduduk di Kota Ambon. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan kependudukan pada 2026.
Evaluasi tersebut dilaksanakan melalui pertemuan Tim Kerja Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Maluku bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, Selasa (27/1/2026). Pertemuan ini dihadiri Kepala DPPKB Kota Ambon, para kepala bidang, serta Koordinator PKB/PLKB/PPPK dari lima kecamatan dan berlangsung di Ruang Pertemuan DPPKB Kota Ambon.
Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Maluku, Marthin Manuputty, mengatakan kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian kinerja Program Pengendalian Penduduk tahun 2025 sekaligus menyampaikan arah kebijakan dan strategi program tahun 2026.
“Kami hadir untuk memastikan komitmen Pemerintah Kota Ambon, khususnya DPPKB, dalam meningkatkan progres capaian Program Pengendalian Penduduk,” ujar Marthin.
Ia menjelaskan, fokus pelaksanaan program pada 2026 diarahkan pada peningkatan klasifikasi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), pembentukan dan penguatan Rumah Data Kependudukan di Kampung KB, serta pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan di Kota Ambon.
Selain itu, BKKBN Maluku juga mendorong optimalisasi penginputan data capaian ketiga program tersebut ke dalam sistem yang telah disediakan, sebagai dasar penilaian peningkatan klasifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Ambon, Ir. J. W. Patty, menyambut baik kehadiran Tim Kerja Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Maluku. Ia menegaskan komitmen Pemkot Ambon untuk menjadikan daerahnya sebagai percontohan pelaksanaan Program Bangga Kencana di Maluku.
“Kami akan melakukan evaluasi capaian kinerja tahun 2025 bersama seluruh PKB, PLKB, dan PPPK di lima kecamatan. Target kami adalah meningkatkan klasifikasi Kampung Keluarga Berkualitas, Rumah Data Kependudukan, serta Sekolah Siaga Kependudukan dari level dasar ke klasifikasi yang lebih tinggi,” ungkap Patty.
Kegiatan evaluasi tersebut ditutup dengan diskusi bersama Penyuluh Keluarga Berencana dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana dari lima kecamatan di Kota Ambon, guna menyerap masukan sekaligus memperkuat koordinasi pelaksanaan program ke depan.
(JB-01)






