Jejakberita. Com, Ambon – Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku memperkuat langkah percepatan penurunan stunting dengan mengevaluasi capaian Program Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting (KKPS) di 11 kabupaten/kota.
Evaluasi dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) secara daring, Selasa (16/12/2025), untuk memastikan efektivitas intervensi program hingga ke tingkat keluarga.
Kegiatan monev yang digelar melalui Zoom Meeting ini diikuti pengelola program KKPS dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk-KB) se-Maluku, serta para Penyuluh KB (PKB) dan Petugas Lapangan KB (PLKB) yang bertugas di seluruh wilayah Maluku.
Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mincie H. Ubro, S.Hut., M.Si., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh peran petugas di lapangan. Menurutnya, pendampingan yang konsisten terhadap keluarga berisiko stunting menjadi kunci mencegah munculnya kasus stunting baru.
“Ketahanan keluarga adalah fondasi utama pencegahan stunting. Saya meminta seluruh pengelola program dan penyuluh di 11 kabupaten/kota tetap konsisten melakukan pendampingan, meskipun tantangan geografis Maluku cukup besar,” ujar Mincie.
Pemaparan materi utama disampaikan Ketua Tim Kerja KKPS Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Siti Rohani, SE. Ia memaparkan capaian indikator program KKPS di masing-masing daerah, mulai dari Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK), hingga program quick wins Kemendukbangga/BKKBN.
Siti Rohani menekankan pentingnya validitas dan akurasi data sebagai dasar pengambilan kebijakan. “Evaluasi ini tidak hanya melihat angka capaian, tetapi juga mencari solusi atas kendala teknis di lapangan agar target Program Prioritas Nasional dan Quick Win dapat tercapai tepat sasaran,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, para Penyuluh KB menyampaikan berbagai dinamika di lapangan, termasuk strategi edukasi bagi remaja sebagai upaya pencegahan stunting dari hulu. Edukasi remaja dinilai penting untuk membangun kesiapan berkeluarga dan mencegah risiko stunting sejak dini.
Sejumlah poin penting menjadi hasil evaluasi, di antaranya optimalisasi peran Kelompok Kegiatan (Poktan) agar lebih aktif dalam pemantauan tumbuh kembang anak, peningkatan akurasi dan sinkronisasi data pelaporan manual dengan aplikasi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor di tingkat desa dan kelurahan.
Melalui evaluasi ini, BKKBN Maluku berharap seluruh pengelola program memiliki pemahaman yang sama dan semangat baru dalam menjalankan program KKPS. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong terwujudnya sumber daya manusia Maluku yang unggul dan bebas stunting. (JB-01)






