Jejakberita . Com, Ambon — Upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak di Maluku memasuki babak baru. Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku resmi menggandeng empat mitra strategis untuk memperkuat Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Senin (8/12/2025).
Langkah ini menjadi dorongan besar untuk menghadirkan layanan pengasuhan ramah anak yang terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan di Maluku.
Penandatanganan berlangsung di Ruang Baileo Kencana, Kantor BKKBN Provinsi Maluku, dihadiri pemerintah daerah, BUMN, lembaga pendidikan, dan organisasi sosial yang selama ini terlibat dalam jejaring pengasuhan anak usia dini di wilayah tersebut.
Program TAMASYA merupakan inovasi Kemendukbangga/BKKBN untuk memperkuat edukasi pengasuhan keluarga. Di Maluku, program ini menjadi sangat penting mengingat masih banyak keluarga yang mengalami keterbatasan akses informasi, minim stimulasi perkembangan anak, serta belum meratanya kualitas layanan PAUD dan daycare.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si., menegaskan bahwa penguatan Program TAMASYA tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kerja sama ini merupakan komitmen nyata, bukan sekadar formalitas dokumen.
“Melalui kerja sama yang kuat, kita berharap tidak ada lagi anak di Maluku yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya. Setiap keluarga harus memiliki ruang belajar dan akses dukungan pengasuhan,” ujar Mauliwaty.
Empat lembaga resmi terlibat dalam penandatanganan MoU dan PKS tersebut, yaitu:
PT Patra Niaga AFT Pattimura
PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Wayame
PAUD Sadar Lingkungan – Yayasan Tunas Generasi Gemilang
Yayasan Caritas
Masing-masing mitra memiliki kontribusi berbeda, mulai dari fasilitas pendukung, penguatan program CSR, hingga penyediaan layanan pengasuhan langsung untuk keluarga. Mereka juga sepakat membangun lingkungan kerja ramah keluarga, meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan pengasuh, serta memperkuat peran orang tua dalam edukasi pengasuhan.
Kesepakatan ini turut diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Maluku—isu penting yang selama ini menjadi fokus BKKBN.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas praktik pengasuhan positif yang mendukung perkembangan sosial, emosional, fisik, dan kognitif anak sejak usia dini. Kehadiran MoU dan PKS juga menjadikan Program TAMASYA sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program sektoral.
BKKBN menilai langkah ini sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat edukasi pengasuhan dan membangun pondasi generasi Maluku yang lebih sehat dan cerdas.
Menutup kegiatan, Mauliwaty menekankan pentingnya implementasi konkret di lapangan. “Dengan kerja sama ini, kita berharap semakin banyak anak memperoleh pengasuhan berkualitas, semakin banyak orang tua mendapatkan edukasi, dan semakin banyak lembaga yang bergabung dalam gerakan pengasuhan positif,” ujarnya.
Perwakilan BKKBN Maluku optimistis bahwa kolaborasi baru ini akan menjadi momentum penting dalam menyiapkan masa depan anak-anak Maluku yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang. JB-01)






