Jejakberita. Com, Surabaya – Perwakilan BKKBN Maluku melakukan benchmarking ke BKKBN Jawa Timur untuk mempelajari langsung berbagai inovasi layanan publik dan strategi pembangunan Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang selama ini mengantarkan Jatim meraih sejumlah penghargaan nasional.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin (08/12/25) itu dipimpin oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Maluku, Mincie H. Ubro, S.Hut., M.Si, dan diterima oleh Plh Kepala BKKBN Jatim, Sukamto, SE, M.Si, beserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, tim BKKBN Maluku menggali implementasi WBBM yang telah sukses diterapkan BKKBN Jawa Timur sejak memperoleh predikat WBBM pada 2021. Fokus pembahasan mencakup penguatan integritas, inovasi pelayanan publik, hingga pemanfaatan aplikasi digital yang terbukti efektif meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
BKKBN Jawa Timur memaparkan berbagai program unggulan, mulai dari GENTING, MBG 3B, program Kependudukan dan KB, Sekolah Lansia, hingga inovasi layanan keluarga Satyagatra dan Siapbahagia. Semua program tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong kinerja organisasi dan pelayanan yang semakin responsif.
Plh Kepala BKKBN Jawa Timur, Sukamto, menjelaskan bahwa indeks WBBM di wilayahnya terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, hingga mencapai nilai 91,12. Jatim juga berhasil mempertahankan ISO 37001:2026 Anti Penyuapan serta meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi berkat keterbukaan informasi dan optimalisasi kanal digital dalam penyampaian layanan.
Apresiasi disampaikan langsung oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Maluku, Mincie H. Ubro, atas berbagai inovasi yang dikembangkan BKKBN Jawa Timur. Menurutnya, capaian Jatim menjadi bukti nyata bahwa transformasi layanan publik bisa dicapai melalui komitmen, konsistensi, dan ketepatan strategi.
“Semoga kami bisa berkolaborasi untuk menerapkan dan mengimplementasikan beberapa aplikasi digital di BKKBN Maluku,” kata Mincie.
Melalui benchmarking ini, BKKBN Maluku berharap dapat mempercepat adopsi inovasi dan best practices WBBM, sekaligus memperkuat transformasi layanan publik demi memberikan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat. (JB-01)






