Program MBG di Tual Mulai Terasa Manfaatnya, Warga Akui Bantu Cegah Stunting

Oplus_131072

Jejakberita. Com, Tual – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tual mulai menunjukkan dampak nyata bagi warga.

Sejumlah penerima manfaat, khususnya kelompok rentan 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD), mengaku terbantu dalam menjaga kecukupan gizi keluarga sehingga risiko stunting dapat ditekan sejak dini.

“Dengan adanya program MBG ini, anak-anak saya terhindar dari stunting. Saya berharap program ini bisa terus berlanjut,” ungkap salah satu penerima, Ibu Waty Renuat, Rabu (19/11/2025).

SPPG Desa Tual yang beroperasi sejak 8 September 2025 dan dikelola Yayasan Garuda Maryadat Indonesia, saat ini melayani 3.146 penerima manfaat, termasuk kelompok 3B yang menjadi prioritas utama.

Layanan khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD berjalan dua minggu terakhir dengan 91 sasaran awal. Distribusi MBG diberikan setiap Senin dan Kamis, menyesuaikan kebutuhan kalori masing-masing penerima.

Pengelola SPPG, Fachri Ahmad Difinubun, menegaskan bahwa kelompok 3B wajib masuk daftar penerima karena merupakan kelompok paling rentan. “Untuk 3B, kebutuhan gizinya dihitung lebih spesifik, termasuk jumlah kalori harian bagi balita,” jelasnya.

Selain pemberian makanan bergizi, SPPG juga mulai memperkuat penyuluhan gizi yang didampingi tenaga ahli.

Pendataan penerima dilakukan melalui kolaborasi penyuluh KB dan kader desa untuk memastikan sasaran tepat dan teredukasi terkait kebutuhan nutrisi harian.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, menyebutkan bahwa layanan MBG bagi 3B adalah langkah krusial dalam percepatan penurunan stunting. “Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD membutuhkan asupan gizi yang tepat di masa kritis pertumbuhan. Program MBG memastikan kebutuhan dasar ini terpenuhi,” ujarnya saat meninjau operasional SPPG di Tual.

Mauliwaty menegaskan bahwa pihaknya memastikan layanan 3B berjalan aman, tepat waktu, dan sesuai standar. Ia juga menyebut penguatan edukasi gizi sebagai langkah penting untuk memastikan penanganan stunting dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

Dengan model pelayanan yang menggabungkan pemberian makanan bergizi, edukasi, serta pendampingan kader, Kemendukbangga/BKKBN berharap program ini mampu melindungi lebih banyak keluarga di Maluku dari risiko stunting dan memastikan anak-anak tumbuh sehat dan optimal. (JB-01)

Pos terkait