Jejakberita. Com, Ambon – Angka stunting di Maluku masih jadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di provinsi ini tercatat 28,4%, jauh di atas target nasional 18,8% pada 2025. Sejumlah daerah seperti Buru Selatan, Kepulauan Aru, dan Seram Bagian Timur menjadi wilayah dengan angka tertinggi. Sementara Kota Ambon relatif lebih rendah, meski tetap perlu perhatian.
Untuk memperkuat upaya penurunan stunting, BKKBN Provinsi Maluku menggelar Gebyar Minilokakarya Stunting 2025 secara serentak di seluruh kabupaten/kota, Rabu (24/9/2025). Agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian Pekan Pendampingan Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Kegiatan tersebut menghadirkan camat, kepala puskesmas, penyuluh KB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader, hingga masyarakat. Forum ini diharapkan bisa melahirkan solusi nyata di tingkat desa dan kecamatan.
“Keberhasilan upaya penurunan stunting tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada aksi nyata kita semua,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, melalui Sekretaris Perwakilan, Mincie Ubro, M.Si.
Mauliwaty juga menekankan pentingnya langkah konkret dari seluruh pihak.
“Saya mengajak seluruh peserta agar tidak hanya menjadi bagian dari acara hari ini, tetapi juga menjadi pelaku utama dengan langkah nyata—mulai dari pendataan keluarga berisiko, edukasi gizi, sampai menggerakkan posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB),” ujarnya.
BKKBN menilai peran desa dan komunitas adalah kunci pencegahan stunting. Inovasi lokal seperti GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) juga disebut sebagai contoh nyata gotong royong masyarakat untuk membantu keluarga miskin dan rentan.
“Dengan koordinasi lintas sektor yang solid, kita ingin memastikan intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta edukasi dapat berjalan tepat sasaran,” tambahnya.
Harapannya, gerakan gotong royong lintas sektor ini bisa membuka jalan bagi anak-anak Maluku tumbuh sehat, bebas stunting, dan siap menyongsong generasi emas. (JB-01)






