Jb. Com, Ambon – Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menggelar sosialisasi Surat Edaran Bersama (SEB) 6 Menteri tentang pembentukan dan penyelenggaraan Tempat Penitipan Anak (TPA), Senin (8/9/2025). Acara yang berlangsung di Ruang Baileo Kencana, Kantor BKKBN Maluku itu juga membahas diseminasi policy brief terkait pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kegiatan dihadiri pemerintah daerah, instansi vertikal, akademisi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan, hingga sektor swasta yang peduli isu pengasuhan anak usia dini.
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku menegaskan pengasuhan pada periode 1000 HPK adalah fondasi utama pembangunan manusia. “Periode emas ini menentukan 80% perkembangan otak anak. Jika gagal, dampaknya permanen dan sulit diperbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan, SEB 6 Menteri memberikan arahan jelas bahwa TPA tak sekadar tempat penitipan, melainkan pusat layanan pendidikan anak usia dini, pengasuhan, dan perlindungan yang memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Direktur Bina Ketahanan Balita dan Anak BKKBN yang hadir sebagai narasumber menjelaskan pentingnya implementasi SEB 6 Menteri secara holistik. “TPA harus terhubung dengan Posyandu, PAUD, dan Bina Keluarga Balita. Kolaborasi lintas sektor akan mempercepat penurunan stunting,” katanya.
Tim akademisi UIN AM Sangadji Ambon memaparkan hasil kajian Policy Brief “TPA Siap Anak Hebat”. Data menunjukkan prevalensi stunting di Maluku masih 28,4% pada 2024, setara 28 ribu balita. Saat ini hanya ada 5 TPA swasta yang melayani sekitar 150 anak atau 0,082% dari hampir 183 ribu balita di provinsi itu.
Kajian tersebut merekomendasikan pembangunan 50 TPA komunitas dalam tiga tahun, menargetkan 12.500 anak agar angka stunting turun ke 20% pada 2027.
Acara ditutup dengan diskusi tindak lanjut bersama OPD, mitra kerja, swasta, dan organisasi masyarakat. BKKBN Maluku berharap sinergi ini dapat memperluas akses TPA, meningkatkan kualitas pengasuhan 1000 HPK, dan menekan prevalensi stunting.
“Masa depan Maluku ada di tangan anak-anak kita. Dengan pengasuhan berkualitas sejak 1000 HPK, kita bisa mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan hebat,” pungkas Kepala Perwakilan BKKBN Maluku. (JB-01)






