BKKBN Maluku Ungkap Peran Ayah untuk Cegah Stunting, Bunda GenRe Ajak Remaja Lawan Anemia

Jb. Com, Ambon – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku sekaligus Bunda GenRe, Maya Baby Lewerissa, mengajak remaja untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi, yakni seks bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan Napza. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Bunda GenRe Goes to School di SMA Swasta Advent Ambon dan MAN 1 Ambon, pada Selasa (12/8/2025).

Dalam sambutannya, Maya menekankan bahwa remaja berada di fase emas yang menentukan masa depan. Oleh karena itu, mereka harus menjaga kesehatan sejak dini, baik jasmani maupun rohani. Salah satu fokus utama adalah pencegahan anemia, yang masih banyak dialami remaja putri di Maluku.

“Anemia bukan hanya membuat tubuh lemas dan sulit konsentrasi, tapi juga berdampak serius di masa depan. Remaja putri yang anemia berisiko melahirkan bayi stunting dan mengalami komplikasi saat persalinan,” kata Maya.

Maya mengingatkan pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) satu kali seminggu, serta mengajak remaja membiasakan pola makan sehat. Ia juga mengimbau agar siswa mengurangi makanan instan dan jajanan tidak sehat, serta memperbanyak konsumsi sayuran hijau, daging, kacang-kacangan, dan buah kaya vitamin C.

Selain gizi, Maya mengajak remaja menjaga kesehatan reproduksi dengan menjauhi seks pranikah, pernikahan dini, dan Napza. “Katakan tidak untuk seks bebas, pernikahan di usia anak, dan narkoba. Lindungi diri dan rencanakan hidup dengan baik,” pesannya.

Peran Ayah dan Strategi BKKBN Tekan Stunting

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, menegaskan bahwa edukasi gizi dan pencegahan anemia merupakan bagian dari strategi hulu percepatan penurunan stunting sesuai amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021.

“Remaja adalah aset bangsa, tetapi mereka masih menghadapi tantangan anemia, pernikahan dini, dan gizi buruk. Edukasi ini adalah langkah awal agar generasi mendatang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Mauliwaty.

Ia juga menyoroti peran keluarga, terutama ayah, melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Menurutnya, ayah harus aktif mendukung pengasuhan, menjadi teladan pola hidup sehat, dan memastikan anak-anak mendapatkan gizi seimbang. “Membesarkan anak yang sehat bukan hanya tugas ibu. Keterlibatan ayah terbukti meningkatkan kesejahteraan emosional dan mencegah perilaku berisiko,” tegasnya.

Hadir Berbagai Pihak dan Forum GenRe

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, pengurus TP PKK Provinsi Maluku, perwakilan Forum GenRe Indonesia Provinsi dan Kota Ambon, serta ratusan siswa dari dua sekolah sasaran. (JB-01)

 

Pos terkait