BKKBN Maluku Dorong Penguatan Kampung KB, Fokus Pelaporan dan Klasifikasi Mandiri

Jb. Com, Ambon – Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menegaskan pentingnya penguatan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai strategi utama pembangunan manusia berbasis keluarga. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si saat membuka kegiatan Orientasi Pengelolaan Kampung KB Tahun 2025 di Golden Palace Hotel Ambon, Rabu (30/7/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang optimalisasi penyelenggaraan Kampung KB. Mauliwaty menegaskan, Kampung KB merupakan miniatur pembangunan nasional yang mendorong sinergi lintas sektor dari tingkat desa hingga pusat.

“Tahun lalu capaian pembentukan Kampung KB di Maluku baru mencapai 82 persen. Ini jadi PR kita bersama untuk menyelesaikan target dan meningkatkan klasifikasi Kampung KB di tahun ini,” tegasnya.

Secara nasional, hingga akhir 2024 telah terbentuk 24.538 Kampung KB, dengan sebagian telah masuk kategori Mandiri dan Berkelanjutan. Namun, rendahnya angka pelaporan disebut menjadi tantangan utama.

“Tanpa pelaporan yang akurat, capaian tidak bisa diukur. Karena itu, pelaporan harus menjadi prioritas di semua level,” ujar Mauliwaty.

Ia juga menekankan target peningkatan klasifikasi Kampung KB sebesar 5 persen per tahun hingga 2029. Harapannya, pada akhir periode, 55 persen desa/kelurahan bisa mencapai klasifikasi mandiri atau berkelanjutan.

Dalam konteks kelembagaan, Mauliwaty juga menyampaikan transformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga berdasarkan Perpres No. 180 Tahun 2024.

“Kampung KB harus menjadi miniatur kebijakan nasional. Program-program pembangunan keluarga perlu diintegrasikan dan digerakkan secara serentak di lapangan,” tambahnya.

Ia mendorong pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB sesuai Peraturan BKKBN No. 20 Tahun 2023 serta pembentukan Tim Koordinasi Lintas Sektor oleh pemerintah daerah.

Penguatan Kampung KB juga harus didukung pemanfaatan dana BOKB untuk pelatihan Pokja, penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM), penggerakan program, dan penguatan pelaporan melalui sistem daring.

“Seluruh kegiatan harus tercatat dalam sistem. Pelaporan menjadi dasar evaluasi dan perencanaan program selanjutnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, BKKBN Maluku juga menyerahkan penghargaan kepada SMA Swasta Kristen YPKPM Ambon sebagai Juara 2 Regional 3 dalam ajang Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Terbaik Tahun 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN kepada Kepala Sekolah Donald Wolter Dias, S.Hut.

Acara turut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Ambon, Ir. Juliana Welhelmina Patty, M.Si., para penyuluh KB, petugas lapangan, serta ketua dan anggota Pokja Kampung KB dari berbagai wilayah di Maluku.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi bekal dalam menjalankan tugas membangun keluarga yang berkualitas dan berketahanan,” tutup Mauliwaty. (JB-01)

 

Pos terkait