
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si., memimpin jalannya upacara sebagai pembina. Dalam kesempatan itu, ia membacakan pidato resmi dari Menteri Kependudukan dan Kepala BKKBN RI, yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pembangunan nasional.
“Keluarga adalah pondasi utama bangsa. Keluarga yang kuat dan harmonis akan melahirkan generasi berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Menteri dalam sambutan yang dibacakan Mauliwaty.

Menteri juga menyoroti sejumlah fokus program pembangunan keluarga yang perlu dikuatkan, seperti peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan anggota keluarga, perbaikan layanan kesehatan keluarga, hingga pencegahan stunting dan perhatian terhadap kelompok lansia.
“Tidak boleh ada lagi bayi yang lahir dalam kondisi stunting. Kita harus memberikan perhatian serius pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai masa emas pertumbuhan anak,” lanjutnya.
Kepala BKKBN RI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menjangkau keluarga-keluarga yang paling membutuhkan. Program strategis seperti GENTING, TAMASYA, dan SuperApps Keluarga, kata dia, hanya bisa berjalan efektif melalui sinergi menyeluruh dari semua pihak.
Upacara Harganas di BKKBN Maluku semakin semarak dengan kehadiran seluruh peserta dalam balutan busana adat dari berbagai penjuru Nusantara, menegaskan nilai keberagaman dan semangat kekeluargaan yang menjadi inti peringatan tahun ini.
Turut hadir para penyuluh lapangan KB (PKB/PLKB) dari Kecamatan Leihitu, Leihitu Barat, Salahutu, hingga Kota Ambon. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif untuk terus mendampingi keluarga dari tingkat akar rumput.
Selepas upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun Harganas sebagai wujud rasa syukur. Kegiatan dirangkaikan pula dengan lomba-lomba internal yang diikuti para pegawai BKKBN, menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban.
“Membangun Indonesia Emas dimulai dari keluarga. Mari kita jadikan keluarga sebagai pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan tangguh,” tutup Mauliwaty.
(JB-01)






