Jb. Com, Bula – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, sempat mengalami kekosongan pada Selasa (4/6). Hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat di SPBU Bula, akibat keterlambatan distribusi BBM oleh pihak pemasok, PT Permata Hitam.
Antrean mengular sejak pagi hari, dengan warga yang rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM. Bagi sebagian warga, terutama mereka yang bekerja sebagai sopir angkot dan tukang ojek, kelangkaan BBM ini sangat berdampak terhadap penghasilan harian mereka.
“Sampai jam berapapun kami akan tetap menunggu. Ini Katong pung pekerjaan sebagai supir oto dan tukang ojek, jadi mau jam berapa lagi, katong pasti tunggu,” ujar Iki dan Riany, dua pengemudi ojek, kepada wartawan di lokasi.
Kekosongan BBM di SPBU Bula disebut bukan hal baru bagi masyarakat setempat. Salah satu warga mengungkapkan bahwa antrean panjang telah menjadi hal yang lumrah terjadi.
“Katong su biasa antre, bukan karena stok BBM kosong ini saja, sebelumnya juga begitu,” ujar seorang warga.
Pihak PT Permata Hitam, selaku pemasok BBM ke SPBU, mengakui adanya keterlambatan dalam proses penyetoran bahan bakar. Al, selaku manajer perusahaan, menjelaskan bahwa kelalaian internal menjadi penyebab utama tertundanya pasokan BBM.
“Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Proses penyetoran mengalami kendala logistik yang tidak bisa dihindari, namun kami sedang berupaya agar distribusi kembali normal secepatnya,” ujar Al saat dikonfirmasi wartawan.
Situasi ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan dan konsistensi dalam distribusi energi, terutama di wilayah timur Indonesia yang kerap menghadapi tantangan akses logistik. Pemerintah daerah diharapkan turut mengambil langkah cepat guna mengantisipasi dampak berkepanjangan terhadap aktivitas masyarakat. (JB-01)






