“Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, dr. Mauliwaty Bulo: “Yang ber-KB bukan hanya wanita, pria juga bisa berkontribusi sebagai bentuk kasih sayang kepada istrinya.”
Jb. Com, Ambon – Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Ambon, Tim Kerja Akses dan Kualitas Layanan KB serta PKB/PLKB pendamping, meninjau langsung pelayanan Vasektomi di RSUD Haulussy, Kota Ambon pada 22 April 2025.
Menurut dr. Mauliwaty Bulo, program Keluarga Berencana yang diinisiasi oleh Kemendukbangga merupakan langkah strategis dalam pengendalian kependudukan demi mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas. Ia menekankan pentingnya peran pria dalam program KB, khususnya melalui metode vasektomi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa ber-KB bukan hanya tugas wanita. Pria juga bisa berkontribusi sebagai bentuk kasih sayang kepada istrinya,” jelasnya.
Data dari Sistem Informasi Data Keluarga (SIGA) mencatat peningkatan peserta vasektomi di Maluku pada tahun 2025 sebanyak 10 orang, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 3 peserta. Peserta tahun ini berasal dari Kota Ambon (5 orang), Maluku Tenggara (1 orang), Kepulauan Tanimbar (2 orang), dan Kota Tual (2 orang).
Diharapkan, para peserta ini nantinya dapat menjadi motivator bagi pria lainnya untuk ikut serta dalam program KB dengan membagikan pengalaman dan manfaat vasektomi.
Vasektomi sendiri adalah metode kontrasepsi permanen untuk pria, yang dilakukan dengan memutus saluran sperma agar tidak bercampur dalam air mani. Meski demikian, pria yang telah menjalani vasektomi tetap dapat mengalami orgasme dan ejakulasi seperti biasa.
Pelayanan vasektomi juga memiliki kriteria tertentu, antara lain: merupakan Pasangan Usia Subur, pria berusia minimal 35 tahun dan dalam kondisi sehat, telah memiliki minimal dua anak, anak terkecil berusia minimal tiga tahun, serta adanya persetujuan sukarela dari istri. (JB-01)






