Namrole. Jejakberita, Com – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Buru Selatan terus diperkuat. Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Buru Selatan menggandeng berbagai instansi terkait untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan melalui edukasi, penegakan hukum, hingga pengawasan kelayakan kendaraan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi FLLAJ yang digelar di Cafe Galaxy Namrole, Kamis (18/6/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Jasa Raharja, Satlantas Polres Buru Selatan, Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan, serta RSUD Namrole.
PJJR Samsat Namrole mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara seluruh pemangku kepentingan, khususnya Satlantas Polres Buru Selatan dan RSUD Namrole dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta sepakat bahwa penegakan hukum dan peningkatan kesadaran masyarakat harus terus diperkuat melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas.
Satlantas Polres Buru Selatan menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan.
Pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain tidak menggunakan helm saat berkendara, merokok saat mengemudi, hingga pelanggaran lainnya yang kerap ditemukan di jalan raya.
Selain penegakan hukum, Satlantas juga akan meningkatkan kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah dan ruang publik guna menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Buru Selatan menyampaikan bahwa pelaksanaan uji berkala kendaraan bermotor atau Uji KIR masih membutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku karena keterbatasan sarana dan tenaga penguji. Meski demikian, Dishub terus melakukan pemeliharaan lampu penerangan jalan dan rambu-rambu lalu lintas untuk menunjang keselamatan pengguna jalan.
Di sisi lain, RSUD Namrole memastikan kesiapan pelayanan bagi korban kecelakaan lalu lintas melalui koordinasi yang berkelanjutan dengan Jasa Raharja dan instansi terkait. Langkah ini dilakukan agar korban mendapatkan pelayanan medis yang cepat, tepat, serta kepastian jaminan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari hasil rapat koordinasi tersebut, FLLAJ Kabupaten Buru Selatan menyepakati sejumlah rencana tindak lanjut.
Di antaranya pelaksanaan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) berupa imbauan keselamatan berlalu lintas bersama Satlantas Polres Buru Selatan, sosialisasi keselamatan berkendara di sekolah-sekolah serta kepada pengemudi angkutan umum dan ojek pada rute Namrole-Namlea.
Selain itu, akan dilaksanakan Operasi Gabungan (Opsgab) bersama instansi terkait serta pendataan kendaraan umum dan pemeriksaan kelayakan kendaraan sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Natal 2026.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara seluruh anggota FLLAJ, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Buru Selatan dapat terus ditekan serta tercipta budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan seluruh pengguna jalan.
“Keselamatan Berlalu Lintas adalah Tanggung Jawab Bersama.” (JB-01)






