Jakarta. Jejakberita, Com – Upaya Jasa Raharja menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas mulai menunjukkan hasil. Hingga Agustus 2026, intervensi keselamatan yang dilakukan perusahaan tercatat berkontribusi terhadap penurunan korban meninggal dunia sebesar 4,59 persen atau berkurang 329 korban dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 melalui kegiatan bertajuk “Jasfren Peduli: Melayani Sepenuh Hati, Bersama Menjaga Keselamatan untuk Negeri” di QQ Kopitiam, Menteng, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan momentum Hari Pelanggan Nasional tidak semestinya hanya menjadi seremoni tahunan. Menurutnya, momen tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mendengar kebutuhan sekaligus harapan masyarakat terhadap pelayanan Jasa Raharja.
“Bagi Jasa Raharja, pelanggan yang kami sebut Jasfren bukan hanya orang yang menerima layanan. Jasfren adalah alasan kami terus memperbaiki diri. Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat membutuhkan Jasa Raharja, mereka mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, ramah, dan memberikan rasa aman,” ujar Awaluddin.
Ia menjelaskan, istilah Jasfren tidak hanya digunakan sebagai sapaan bagi pelanggan Jasa Raharja. Lebih dari itu, Jasfren dikembangkan sebagai gerakan yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat untuk bersama-sama membangun keselamatan transportasi.
Semangat tersebut dirangkum dalam pesan “One Movement, Many Communities, One Safety Purpose”.
“Setiap hari adalah hari pelanggan. Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar merasakan bahwa negara hadir ketika mereka membutuhkan,” katanya.
Menurut Awaluddin, penurunan fatalitas kecelakaan tidak terlepas dari berbagai program intervensi yang dilakukan Jasa Raharja di sejumlah titik rawan kecelakaan.
Namun, dia menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya dibebankan kepada satu institusi. Kepatuhan dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan risiko kecelakaan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, membangun budaya tertib berlalu lintas harus terus diperkuat melalui peran aktif seluruh masyarakat,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja menggelar sharing session dan talkshow yang dipandu Mpok Caca. Sejumlah isu dibahas, mulai dari transformasi pelayanan, pengalaman masyarakat saat mengakses layanan, pemanfaatan kanal digital, kepatuhan membayar pajak kendaraan dan SWDKLLJ, hingga pentingnya perilaku tertib berlalu lintas.
Talkshow juga menghadirkan Bripda Ananda Rafi, anggota kepolisian sekaligus kreator konten. Ia berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi keselamatan, khususnya untuk menjangkau generasi muda.
Jasa Raharja menilai komunikasi mengenai keselamatan perlu dikemas secara ringan, relevan, dan mudah dipahami agar pesan tersebut dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.
Di sisi pelayanan, Jasa Raharja terus memperkuat integrasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Korlantas Polri dan rumah sakit.
Integrasi tersebut memungkinkan informasi mengenai kecelakaan diterima lebih cepat sehingga proses verifikasi dan pemberian pelayanan kepada korban dapat segera dilakukan.
Transformasi pelayanan juga tidak hanya berfokus pada digitalisasi. Jasa Raharja menargetkan teknologi yang digunakan mampu memberikan kemudahan, transparansi, serta kepastian bagi masyarakat.
“Teknologi bukan sekadar memindahkan proses manual menjadi digital. Ukuran utamanya adalah apakah teknologi tersebut benar-benar membuat pelayanan lebih mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi Jasfren,” jelas Awaluddin.
Untuk memperkuat akses informasi, Jasa Raharja juga menghadirkan aplikasi Jasfren. Melalui kanal tersebut, masyarakat, terutama korban luka yang mendapatkan perawatan, dapat memperoleh informasi awal terkait kecelakaan serta memeriksa detail surat jaminan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengalaman penerima layanan dan wajib pajak turut menjadi bagian dari diskusi. Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemudahan pelayanan, akses informasi, serta tersedianya kanal pembayaran digital dapat memberikan pengalaman yang lebih baik sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat.
Semangat Jasfren Peduli juga dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Raharja menghadirkan sejumlah kegiatan pelayanan dan kepedulian langsung kepada masyarakat.
Di antaranya pembagian helm keselamatan kepada wajib pajak di kantor Samsat sebagai bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas. Jasa Raharja juga turun langsung menjenguk dan memberikan dukungan kepada korban kecelakaan lalu lintas di sejumlah wilayah kerja.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Jasa Raharja ingin menjadikan Jasfren Peduli bukan sekadar kampanye pelayanan, tetapi gerakan bersama untuk membangun budaya keselamatan transportasi.
Dengan semangat “One Movement, Many Communities, One Safety Purpose”, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi turut mengambil peran dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan menekan risiko fatalitas kecelakaan di Indonesia.
(JB-01)






