Gerai UMKM Warga Binaan Resmi Dibuka di Imigrasi Ambon, Ditjenpas Maluku Perluas Akses Pasar

Ambon. Jejakberita, Com – Terobosan baru dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku dengan meresmikan Gerai UMKM warga binaan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Senin (30/3/2025). Langkah ini menjadi strategi konkret membuka akses pasar sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga binaan.

Peresmian gerai tersebut dilakukan langsung oleh Kepala kantor wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menegaskan, kehadiran gerai ini bukan sekadar tempat penjualan, melainkan bagian dari pembinaan berkelanjutan agar warga binaan tetap produktif selama menjalani masa pidana.

Menurut Ricky, kolaborasi dengan pihak imigrasi menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan pemasaran. Penempatan gerai di area layanan publik dinilai efektif untuk memperkenalkan produk warga binaan kepada masyarakat luas.

“Ini bukan hanya soal menjual produk, tetapi bagaimana kita membuka akses dan kesempatan bagi warga binaan agar hasil karya mereka bisa diapresiasi publik,” ujar Ricky.

Ia menjelaskan, berbagai pelatihan keterampilan terus diberikan agar warga binaan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi sebagai bekal saat kembali ke masyarakat. Ditjenpas Maluku juga aktif memperkuat jejaring pemasaran melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon serta keikutsertaan dalam kegiatan UMKM rutin, bazar, dan pameran.

“Ke depan, produk-produk ini akan terus kita dorong masuk ke berbagai event sehingga jangkauannya semakin luas,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, Jose, yang mewakili Kakanwil Doni Alfisyahrin, menyampaikan bahwa gerai ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

“Kami berharap masyarakat bisa mendukung dengan membeli produk yang ada. Ini bentuk apresiasi terhadap hasil karya warga binaan,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Eben Rifqy Taufan, turut menegaskan bahwa kehadiran gerai UMKM ini membawa nilai tambah bagi lingkungan kantor sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi.

“Selain memperindah tampilan kantor, gerai ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara Imigrasi dan Pemasyarakatan,” kata Eben.

Ia mengapresiasi dukungan jajaran pemasyarakatan, mulai dari Kanwil hingga Lapas dan Rutan, yang telah berkontribusi menghadirkan gerai tersebut. Menurutnya, sinergi ini merupakan hal yang wajar karena kedua institusi berada dalam satu naungan yang sama.

“Sudah sewajarnya kita saling mendukung, karena kita satu keluarga besar,” ujarnya.

Gerai UMKM ini menampilkan beragam produk unggulan karya warga binaan, mulai dari kerajinan tangan seperti miniatur kapal pinisi hingga produk kuliner khas seperti sambal ikan roa. Masyarakat yang datang ke kantor imigrasi kini dapat langsung melihat dan membeli produk tersebut.

Eben juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mendukung program pembinaan dengan membeli produk yang dipasarkan.

“Ini bentuk dukungan nyata agar warga binaan memiliki keterampilan dan kemandirian saat kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, Kantor Imigrasi Ambon juga berencana melakukan penataan lanjutan pada area kantor guna menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan representatif bagi masyarakat.

Peresmian gerai ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas pemasaran produk warga binaan sekaligus memperkuat sinergi antara Imigrasi dan Pemasyarakatan di Maluku.

(JB-01)

Pos terkait