Kericuhan Rutan Ambon Berakhir Damai, Keluarga Warga Binaan Minta Maaf dan Janji Tak Mengulangi

Ambon. Jejakberita, Com – Kericuhan yang sempat terjadi di lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) Ambon akhirnya berakhir damai setelah dilakukan mediasi antara pihak pemasyarakatan dan keluarga warga binaan.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga warga binaan menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen tidak mengulangi kejadian serupa.

Mediasi berlangsung di Lapas Kelas IIA Ambon, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIT. Pertemuan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Ambon bersama jajaran sebagai tindak lanjut dari insiden kericuhan yang terjadi pada Rabu (4/3/2026) di area halaman Rutan Kelas IIA Ambon dan Lapas Ambon.

Dalam mediasi tersebut hadir tim pengamanan dan intelijen dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kepala Lapas Ambon, Pelaksana Tugas Kepala Rutan Ambon, serta aparat kewilayahan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Baguala.

Keluarga warga binaan atas nama Asrul Falevy Nahumarury dalam pertemuan itu menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Rutan dan Lapas Ambon. Mereka juga menjelaskan alasan yang melatarbelakangi terjadinya kericuhan.

Selain itu, keluarga menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Mereka bahkan membuat surat pernyataan bermaterai sebagai bentuk komitmen untuk tidak mengulangi tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Tak hanya menyampaikan permohonan maaf, pihak keluarga juga menyatakan dukungan terhadap proses pembinaan yang sedang dijalankan oleh pihak Lapas Ambon terhadap warga binaan.

Hasil mediasi menyepakati bahwa persoalan tersebut diselesaikan secara damai setelah pihak keluarga secara resmi meminta maaf kepada pihak Rutan dan Lapas Ambon.

Meski demikian, proses penelusuran terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan masih terus dilakukan. Tim Pengamanan dan Intelijen (Pamintel) serta Pengamanan Internal (Patnal) dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan saat ini tengah melakukan pemeriksaan lanjutan.

Selain itu, rencananya akan dilakukan mediasi lanjutan antara keluarga warga binaan dengan pihak Rutan Ambon untuk membahas kerusakan fasilitas negara serta dugaan pemukulan terhadap pegawai.

Selama proses mediasi berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Rutan Ambon, Jefry R. Persulessy, menegaskan bahwa pihak pemasyarakatan memandang serius setiap persoalan yang terjadi di lingkungan rutan maupun lapas.

“Setiap permasalahan yang terjadi menjadi perhatian serius bagi kami. Kami berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta menjunjung tinggi pendekatan yang humanis dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul,” ujarnya.

Ia mengatakan, forum mediasi sengaja dibuka untuk memberikan ruang dialog bagi semua pihak agar dapat menyampaikan pandangan secara terbuka.

“Kami memahami bahwa dalam situasi tertentu dapat terjadi kesalahpahaman atau ketegangan. Karena itu melalui forum ini kami membuka ruang dialog agar semua pihak dapat menyampaikan pandangan dan bersama-sama mencari solusi terbaik,” katanya.

Jefry juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kami mengajak semua pihak untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi. Tujuan utama kita adalah menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan kondusif bagi semua,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihak Lapas dan Rutan Ambon juga akan melakukan evaluasi atas berbagai masukan yang muncul selama proses mediasi.

“Kami percaya bahwa dengan komunikasi yang baik, saling menghormati, serta semangat kebersamaan, setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama,” pungkasnya.

(JB-01)

Pos terkait