Jejakberita. Com, Ambon – Anak tidak hanya membutuhkan asupan gizi dan pendidikan formal untuk tumbuh optimal. Lingkungan yang aman secara fisik, emosional, dan sosial menjadi kunci utama dalam membentuk kesehatan mental serta karakter anak sejak usia dini.
Psikolog Novi Ernilawaty, M.Psi, Psikolog, menegaskan bahwa ruang aman bagi anak adalah lingkungan di mana mereka merasa terlindungi, didengar, dan dihargai. Dalam suasana tersebut, anak dapat mengenali emosi, mengekspresikan perasaan, serta membangun kepercayaan diri secara sehat.
“Ruang aman tidak selalu tentang tempat, tetapi tentang relasi. Anak merasa aman ketika orang dewasa di sekitarnya hadir, mau mendengarkan, dan memberikan respons yang tepat,” ujar Novi saat menjadi narasumber Kelas Parenting Tamasya Darling bertema Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak, yang digelar di PAUD dan Daycare Sadar Lingkungan, Dusun Wailawa, Negeri Laha, Kota Ambon, Kamis (15/1/2026).
Novi menjelaskan, ruang aman bagi anak setidaknya mencakup tiga aspek utama. Pertama, keamanan fisik, yakni lingkungan yang bebas dari ancaman dan risiko bahaya. Kedua, keamanan emosional, ketika anak dapat menyampaikan perasaan tanpa rasa takut disalahkan atau dihakimi. Ketiga, keamanan sosial, yang tercermin dalam hubungan yang saling mendukung tanpa tekanan maupun diskriminasi.
Dalam kegiatan parenting yang merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku, PT Pertamina Patra Niaga, serta PAUD dan Daycare Sadar Lingkungan, Novi menekankan bahwa peran orang tua dan pengasuh sangat menentukan terciptanya ruang aman tersebut.
Menurutnya, langkah sederhana seperti memberi perhatian penuh saat anak berbicara, menetapkan batasan yang sehat, serta menunjukkan sikap saling menghormati, dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan anak.
“Lingkungan pengasuhan yang aman membuat anak merasa dihargai dan dicintai. Ini juga menjadi pelindung dari berbagai risiko seperti kekerasan, perundungan, hingga gangguan kesehatan mental di masa depan,” jelasnya.
Novi menambahkan, tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh kecukupan gizi dan pendidikan formal, tetapi juga oleh rasa aman yang mereka rasakan setiap hari.
Ruang aman yang dibangun sejak dini di rumah dan lingkungan terdekat menjadi bekal penting bagi anak untuk menghadapi tantangan kehidupan ke depan. (JB-01)






