Jb. Com, Ambon – Komitmen dalam membentuk generasi muda yang sadar dan bertanggung jawab terhadap masa depan berbuah manis bagi SMA Kristen YPKPM Ambon. Sekolah ini berhasil meraih Juara 2 Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Paripurna Terbaik Regional 3 pada ajang nasional yang digelar BKKBN/Kemendukbangga, untuk kategori SMA/MA/sederajat.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendidikan kependudukan bisa menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan wawasan generasi muda, bahkan dari ruang kelas sederhana di Kota Ambon.
Kepala sekolah saat ini, Donald Wolter Dias, S.Hut, menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari proses panjang dan kolaboratif yang dimulai sejak sekolah ditetapkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan pada 29 Maret 2023, di bawah kepemimpinan sebelumnya, Dra. E. Laturiuw.
“Kami tetap komitmen untuk memperkuat program ini. Salah satunya dengan mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam setiap mata pelajaran agar siswa bisa memahami langsung konteksnya,” ujar Donald kepada wartawan, Sabtu (26/7/2025).
Sekolah ini mengusung pendekatan holistik yang melibatkan siswa, guru, hingga orang tua. Kegiatan unggulan meliputi Sosialisasi Bangga Kencana, Jumat Sehat dan Jumat Bersih, Budaya Serasi, serta pengecekan gizi dan pemberian tablet tambah darah untuk siswi.
Siswa juga dilibatkan sebagai subjek perubahan melalui PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) dan Agen Perubahan. Mereka aktif menyusun materi kampanye, melakukan edukasi sebaya, dan terlibat dalam kegiatan eksternal seperti sosialisasi stunting hingga ajang Duta GenRe.
Menurut Donald, perubahan paling terasa terjadi pada partisipasi siswa.
“Sebelum ada PIK-R, siswa cenderung pasif. Tapi sekarang mereka jadi ujung tombak sosialisasi. Ini jadi kekuatan besar untuk transformasi di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, yang menilai prestasi ini sebagai wujud nyata komitmen dari sekolah yang mampu menjalankan program Bangga Kencana dengan efektif, meski dalam keterbatasan.

“Pendidikan kependudukan tak harus mewah. Yang utama adalah semangat dan komitmen. SMA Kristen YPKPM Ambon membuktikan bahwa dari tempat yang sederhana, bisa lahir gagasan besar,” kata Mauliwaty.
Ia berharap, capaian ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Maluku untuk ikut menjadikan isu kependudukan bagian dari budaya belajar.
Bagi SMA Kristen YPKPM Ambon, penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar: mencetak generasi yang sadar demografi, peduli kesehatan reproduksi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Karena masa depan tak datang dengan sendirinya. Ia direncanakan—dan itu dimulai dari bangku sekolah. (JB-01)






