Jb. Com, Ambon – Aktivis sosiologi agama Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon, Muhamad Lausiry, yang juga dikenal sebagai salah satu perwakilan generasi muda Desa Tubir Masiwang, mendesak pemerintah desa agar segera melakukan transparansi anggaran Dana Desa, khususnya terkait Rencana Anggaran Biaya (RAB) desa tahun 2024 dan 2025.
Menurut Lausiry, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjadi landasan hukum dalam pengelolaan Dana Desa untuk berbagai kepentingan, termasuk pemberdayaan pemuda dan peningkatan kualitas pendidikan di desa. Oleh karena itu, ia menilai sudah seharusnya pengelolaan Dana Desa dilakukan secara terbuka dan akuntabel.
Lausiry mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, Kepala Desa Tubir Masiwang sempat menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dengan memberikan beasiswa kepada dua mahasiswa asal desa tersebut. Namun, lanjutnya, kebijakan serupa tidak dilanjutkan pada tahun 2024 dan 2025. Hal ini memunculkan kekecewaan mendalam dan dugaan adanya penyelewengan anggaran.
“Kami mempertanyakan alasan tidak dilanjutkannya program beasiswa. Jika Kepala Desa menyimpan dendam kepada kami selaku generasi muda Tubir Masiwang, dan karena itu menghentikan program tersebut, maka itu sangat disayangkan,” ujar Lausiry.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui detail RAB Dana Desa sebagai bentuk pengawasan publik. Ia menduga kuat adanya penggelapan dana karena tidak adanya keterbukaan informasi dari pemerintah desa.
“Jangan tutup-tutupi RAB dari masyarakat. Itu wajib hukumnya dibuka secara transparan,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Lausiry dan sejumlah pemuda desa mengaku akan terus mengawasi jalannya roda pemerintahan desa dan siap menyelidiki dugaan penyelewengan dana desa yang terjadi di Tubir Masiwang.
“Kami akan menjalankan fungsi kontrol sebagaimana diatur dalam undang-undang. Kami kecewa, dan kami tidak akan tinggal diam,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa TubIr Masiwang belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan dan tudingan dari Lausiry. (JB-01)






