Jasa Marga-Jasa Raharja Integrasikan Layanan Keselamatan Jalan Tol, Ada Fitur Lapor Kecelakaan hingga RS Terdekat

Jakarta. Jejakberita, Com – Pengguna jalan tol nantinya bisa mendapatkan akses informasi dan bantuan darurat secara lebih cepat melalui layanan digital yang dikembangkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama PT Jasa Raharja (Persero). Kolaborasi ini mencakup pengembangan fitur pelaporan kecelakaan, informasi rumah sakit terdekat hingga peringatan titik rawan kecelakaan melalui aplikasi Travoy.

Penguatan layanan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya dan Pengembangan Layanan Keselamatan Jalan Tol Berbasis Digital di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

MoU ditandatangani Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dan Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi kedua perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya, data, informasi, sarana, kanal layanan, serta kapabilitas masing-masing.

Melalui sinergi tersebut, layanan keselamatan di jalan tol tidak hanya diarahkan untuk merespons kecelakaan setelah kejadian, tetapi juga membantu pengguna mengantisipasi potensi risiko selama perjalanan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan keselamatan merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan jalan tol.

“Bagi kami, keselamatan pengguna menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman perjalanan di jalan tol. Karena itu, kami terus mendorong penguatan layanan yang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika terjadi insiden, tetapi juga pada bagaimana risiko dapat diantisipasi sejak awal,” ujar Rivan.

Menurutnya, kolaborasi dengan Jasa Raharja diharapkan dapat menghubungkan data, teknologi dan kompetensi kedua perusahaan sehingga layanan keselamatan dapat diberikan secara lebih cepat dan sesuai kebutuhan pengguna.

“Melalui kolaborasi dengan Jasa Raharja, kami ingin menghubungkan data, teknologi, dan kompetensi yang dimiliki kedua pihak untuk menghadirkan layanan keselamatan yang lebih cepat, tepat, dan relevan dengan kebutuhan pengguna,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menilai kemudahan dan kecepatan akses informasi menjadi hal penting ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat di jalan.

“Ketika kecelakaan terjadi, korban dan keluarga tidak boleh dibebani dengan kebingungan mencari bantuan atau informasi mengenai layanan yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan akses pertolongan dan perlindungan kepada masyarakat dalam satu platform yang mudah digunakan,” kata Awaluddin.

Ia menambahkan, informasi awal yang diterima secara cepat dan akurat dapat membantu mempercepat koordinasi antara pengelola jalan tol, petugas Jasa Raharja, fasilitas kesehatan, dan pihak terkait lainnya.

“Semakin cepat informasi diterima dan diteruskan kepada pihak yang tepat, semakin besar peluang korban memperoleh penanganan medis secara cepat,” ujarnya.

Ada Fitur Lapor Kecelakaan hingga Rumah Sakit Terdekat

Dalam kolaborasi tersebut, sejumlah fitur keselamatan tengah dikaji untuk diintegrasikan melalui aplikasi Travoy.

Di antaranya informasi rumah sakit terdekat berdasarkan posisi pengguna, kanal pelaporan kecelakaan, serta akses bantuan darurat.

Pengembangan layanan juga diarahkan pada aspek pencegahan kecelakaan. Salah satunya melalui penyediaan informasi mengenai titik-titik rawan kecelakaan yang disusun berdasarkan data historis dan analisis keselamatan.

Informasi tersebut nantinya dapat memberikan peringatan kepada pengemudi ketika mendekati ruas jalan tol yang memiliki tingkat risiko kecelakaan lebih tinggi.

Dengan integrasi data dan layanan tersebut, pengguna diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih cepat sekaligus memiliki kewaspadaan lebih tinggi selama perjalanan.

Tak Hanya Digital, Personel Juga Diperkuat

Penguatan keselamatan tidak hanya dilakukan melalui teknologi. Dalam rangkaian kegiatan penandatanganan MoU, Jasa Marga dan Jasa Raharja juga menggelar Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) serta prinsip dasar pertolongan pertama.

Kegiatan tersebut turut dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.

Pelatihan PPGD menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi personel dalam menghadapi situasi darurat, termasuk memberikan pertolongan awal kepada korban kecelakaan sebelum memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

Langkah tersebut menegaskan bahwa transformasi layanan keselamatan membutuhkan perpaduan antara teknologi dan kesiapan sumber daya manusia di lapangan.

Melalui kerja sama ini, Jasa Marga dan Jasa Raharja menargetkan terbentuknya ekosistem keselamatan jalan tol yang semakin terintegrasi, mulai dari penyediaan informasi, respons terhadap kondisi darurat, hingga akses terhadap pertolongan dan perlindungan bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan turut menciptakan perjalanan di jalan tol yang lebih lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna.  (JB-01)

Pos terkait