Fantastis!! BEI Maluku Catat 56 Ribu Investor Pasar Modal, Lampaui Target 2026

AMBON. Jejakberita, Com— Bursa Efek Indonesia (BEI) Maluku dan Maluku Utara mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor pasar modal sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, jumlah investor telah mencapai sekitar 56.000 investor, melampaui target tahunan sebanyak 52.000 investor baru.

Pencapaian tersebut disampaikan P.H. Kepala Kantor Perwakilan BEI Maluku dan Maluku Utara, Rahma Artika Salampessy, dalam Media Gathering bersama insan pers Kota Ambon yang berlangsung di Biz Hotel Ambon, Senin (24/8/2026).

Rahma mengatakan, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat Maluku dan Maluku Utara untuk mengenal sekaligus berinvestasi di pasar modal.

“Target kami tahun ini kurang lebih 52.000 investor baru pasar modal. Ini sudah kami capai per Juli 2026, bahkan saat ini jumlahnya sudah sekitar 56.000 investor,” kata Rahma dalam pemaparannya.

Selain pertumbuhan jumlah investor, BEI Maluku juga telah memenuhi target pembangunan enam Galeri Investasi baru pada 2026.

Menurut Rahma, keberadaan Galeri Investasi menjadi salah satu strategi BEI untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan edukasi pasar modal, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku.

BEI juga terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi dan sekolah untuk mendorong literasi serta inklusi pasar modal di kalangan generasi muda.

“Untuk peningkatan literasi dan inklusi pasar modal, target kami 127 kegiatan edukasi. Namun per Juni sudah sekitar 174 kegiatan yang kami laksanakan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, perguruan tinggi hingga sekolah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar edukasi pasar modal tidak hanya terpusat di Kota Ambon.

Rahma menambahkan, target peserta kegiatan edukasi pasar modal pada 2026 ditetapkan sekitar 3.800 orang. Namun realisasinya telah mencapai sekitar 8.000 peserta.

“Total masyarakat yang mengikuti kegiatan edukasi yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia sudah sekitar 8.000-an,” katanya.

Untuk memperluas jangkauan edukasi dan akses investasi, BEI Maluku juga menyiapkan sejumlah program unggulan pada 2026. Salah satunya Road to Capital Market Summit and Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Rangkaian menuju kegiatan tersebut akan diisi berbagai program, termasuk Sekolah Pasar Modal yang menyasar masyarakat dengan jumlah peserta yang cukup besar.

BEI Maluku juga mendorong pendirian Galeri Investasi di lingkungan pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. Langkah ini dinilai strategis mengingat karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan.

Saat ini, akses dan kegiatan BEI masih banyak berpusat di Ambon. Karena itu, perluasan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah di kabupaten dan kota diharapkan dapat mendekatkan informasi pasar modal kepada masyarakat di luar Pulau Ambon.

“Kita tahu Maluku ini wilayah kepulauan. Kantor kita hanya ada di Ambon. Untuk bisa menjangkau masyarakat di kabupaten-kabupaten lain, kita melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam bentuk pendirian Galeri Investasi,” jelas Rahma.

BEI juga terus bersinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK dan pemerintah daerah untuk membangun ekosistem pasar modal yang dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan akses keuangan masyarakat.

Di sisi lain, BEI Maluku turut memperkenalkan IDX Mobile sebagai salah satu sarana bagi masyarakat yang ingin mempelajari investasi pasar modal sebelum melakukan transaksi secara langsung.

Rahma menjelaskan, IDX Mobile menyediakan data pasar secara real-time sekaligus fitur simulasi yang dapat digunakan masyarakat untuk belajar mengenal perdagangan saham.

“Bapak dan Ibu tidak perlu langsung menggunakan KTP untuk belajar. Ada ruang virtual untuk mencoba dan belajar investasi melalui IDX Mobile,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan aplikasi simulasi tersebut diharapkan dapat mengurangi keraguan masyarakat yang baru mulai mengenal investasi.

Dengan pertumbuhan jumlah investor yang telah melampaui target serta masifnya kegiatan edukasi, BEI Maluku menargetkan perluasan literasi pasar modal tidak hanya di Ambon, tetapi juga menjangkau masyarakat di kabupaten-kabupaten lain di Maluku dan Maluku Utara.

BEI menilai peningkatan pemahaman masyarakat menjadi kunci agar pertumbuhan investor tidak sekadar mengejar jumlah, tetapi juga diikuti kemampuan masyarakat mengambil keputusan investasi secara bijak dan memahami risiko pasar modal.

(JB-01)

Pos terkait