AMBON. Jejakberita, Com– Video tumpukan sampah di dalam selokan depan SMPN 7 Ambon yang viral di media sosial mendapat respons cepat dari pihak sekolah. Plt Kepala SMPN 7 Ambon Anthon Anakotta, S.Pd, bersama dewan guru dan sejumlah pemuda turun langsung membersihkan sampah yang menumpuk, pada Sabtu (8/8/2026).

Anthon tidak hanya meminta lingkungan sekolah dijaga kebersihannya. Ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk memiliki kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Saat ditemui media ini di sela-sela kegiatan pembersihan, Anthon menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Padahal sudah ada tempat sampah yang sudah disediakan Pemerintah Kota Ambon. Kenapa mereka tidak membuang sampah di sana?” ujar Anthony.
Menurutnya, persoalan sampah sebenarnya bukan hal yang sulit diselesaikan apabila seluruh pihak memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Namun, imbauan pemerintah menurut Anthon harus dibarengi dengan kesadaran dari masyarakat.
Sebab, ketika sampah dibuang sembarangan ke dalam selokan, dampaknya bukan hanya membuat lingkungan terlihat kumuh. Sampah juga dapat menyumbat saluran air dan berpotensi menimbulkan persoalan ketika hujan deras.
“Butuh kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan Kota Ambon. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?” tegasnya.

Karena itu, Anthon mengapresiasi keterlibatan para guru dan beberapa pemuda yang ikut turun membersihkan selokan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari siapa saja.
Ia berharap kejadian ini menjadi momentum bagi masyarakat sekitar SMPN 7 Ambon untuk lebih peduli terhadap kebersihan.
“Jangan sampai kita baru bergerak setelah sampah menumpuk dan menjadi viral. Mari kita mulai dari diri sendiri. Kalau kita semua sadar dan mau menjaga lingkungan, Kota Ambon pasti akan lebih bersih,” ujarnya.

Baginya, pendidikan tentang kebersihan tidak cukup hanya disampaikan di dalam ruang kelas. Kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi,” pungkasnya.






