Viral! Mahasiswa Gizi Kesmas USU Luncurkan Buku Internasional, Berawal dari Modal Rp70 Ribu hingga Jadi Referensi Akademik

JAKARTA. Jejakberita, Com – Berawal dari uang saku hanya Rp70 ribu, seorang anak desa asal Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, kini menjadi sorotan dunia akademik. Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), sukses meluncurkan buku berskala internasional yang dipuji para guru besar, akademisi, hingga mendapat perhatian dari institusi negara.

Peluncuran dan bedah buku bertajuk “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” berlangsung di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Sabtu lalu. Seminar dan talkshow tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, serta pembuat kebijakan dalam sebuah forum ilmiah yang membahas perjalanan hidup, riset, dan inovasi yang dituangkan dalam buku tersebut.

Kepada wartawan, Rabu (5/8/2026), Muhammad Ja’far Hasibuan menjelaskan kegiatan yang digelar Mega Press Nusantara itu diikuti sekitar 500 peserta secara langsung dan 1.500 peserta secara daring. Acara tersebut mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI.

Ja’far mengatakan peluncuran bukunya diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri. Menurutnya, momen tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik.

“Buku ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk menghasilkan karya ilmiah yang dapat memberi manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Ja’far.

Dalam bukunya, Ja’far mengisahkan perjalanan hidup sebagai anak yatim dari desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara. Ia merantau hanya dengan bekal Rp70 ribu dan membiayai pendidikan dengan berjualan roti sambil menempuh kuliah.

Pengalaman hidup tersebut kemudian menjadi fondasi lahirnya inovasi Biofar SS. Melalui riset lapangan, pengujian laboratorium, hingga uji coba di masyarakat, Ja’far mengembangkan inovasi tersebut dengan formula yang hingga kini masih dirahasiakan.

Ia mengaku kepercayaan sebagai penerima Program Beasiswa Kapolri menjadi motivasi besar untuk menghadirkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan,” katanya.

Buku setebal lebih dari 400 halaman itu disusun menggunakan lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin. Isinya memadukan pengalaman hidup penulis dengan teori-teori akademik internasional, mulai dari Teori Modal Sosial, Kapabilitas Manusia, Teori Aksi Terencana, hingga Determinan Sosial Kesehatan.

Selain itu, buku tersebut juga mengulas berbagai teori psikologi dan manajemen modern, seperti Growth Mindset, Post-Traumatic Growth, Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR), Prinsip Pareto 80/20, Matriks Eisenhower, metode RACI, hingga Work Breakdown Structure (WBS).

Acara peluncuran dibuka atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diwakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sambutan Kapolri dibacakan Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa kisah Muhammad Ja’far Hasibuan menunjukkan keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh integritas, disiplin, kerja keras, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Apresiasi juga datang dari sejumlah akademisi. Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik tinggi karena mampu menghubungkan pengalaman hidup dengan teori-teori mutakhir di bidang kesehatan masyarakat, inovasi, dan kepemimpinan.

Ia bahkan menyebut karya tersebut telah menjadi bahan diskusi di kalangan profesor serta membuka peluang bagi Ja’far untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di Harvard University.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP., menilai perjalanan hidup Ja’far merupakan contoh nyata resiliensi dan aktualisasi diri yang layak dikaji dalam perspektif psikologi perkembangan.

Guru Besar FKM USU, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., turut memberikan apresiasi. Menurutnya, karya tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga, almamater, dan bangsa karena menunjukkan bahwa kerja keras dan integritas mampu melahirkan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.

Penghargaan juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., yang menetapkan Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.

Tak hanya itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” sebagai salah satu koleksi referensi nasional. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku kepada berbagai institusi, serta penandatanganan dokumen referensi.

Menutup pernyataannya, Ja’far menyampaikan rasa syukur sebagai penerima Beasiswa Kapolri. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kepercayaan yang diberikan untuk menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab moral untuk terus menghasilkan karya ilmiah dan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. (JB-01)

Pos terkait