Ambon. Jejakberita, Com – Bagi warga RT 03 /RW 02 Puskopat, Desa Waiheru, hujan selama ini bukan sekadar berkah. Setiap awan gelap datang dan hujan mulai turun, kecemasan ikut menyelimuti.
Genangan air yang berulang kali masuk ke lingkungan permukiman telah menjadi persoalan bertahun-tahun, mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan rasa khawatir setiap musim hujan tiba.
Kini, secercah harapan mulai terlihat. Pemerintah Desa Waiheru memastikan pembangunan saluran drainase sepanjang sekitar 150 meter akan segera dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan setelah usulan yang diajukan pemerintah desa mendapat persetujuan.
Kepala Desa Waiheru, Usman Ely, SP, mengatakan pembangunan drainase tersebut menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman banjir.
“Selama ini masyarakat Puskopat, khususnya RT 3 RW 2 dan sekitarnya, selalu resah. Hujan sedikit saja sudah terjadi genangan. Karena itu pemerintah desa mengusulkan pembangunan saluran drainase yang langsung terhubung ke sungai agar air bisa mengalir dengan baik dan warga tidak lagi dihantui banjir,” ujar Usman Ely saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, perjuangan memperjuangkan kebutuhan masyarakat akhirnya membuahkan hasil. Seluruh tahapan administrasi telah selesai dan proyek tersebut akan segera dikerjakan.
“Alhamdulillah usulan pemerintah desa telah mendapat persetujuan. Pembangunan ini akan segera dilaksanakan. Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaatnya dan tidak lagi mengalami kesulitan setiap kali hujan turun,” katanya.
Usman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan drainase tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama merawat saluran yang akan dibangun dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama membuang sampah pada tempatnya dan sesuai waktu yang telah ditentukan. Drainase yang baik harus didukung oleh kesadaran bersama. Dengan begitu manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pembangunan drainase ini bukan sekadar pekerjaan fisik. Bagi warga Puskopat, saluran air yang baru menjadi simbol harapan akan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari genangan yang selama ini membayangi kehidupan mereka.
Harapannya sederhana, setiap kali hujan turun, yang datang hanyalah kesejukan, bukan lagi kekhawatiran akan banjir yang mengganggu rumah dan aktivitas keluarga. (JB-01)






