Ketum KAPMI Desak Percepatan Blok Masela, Minta UMKM dan Tenaga Kerja Lokal Maluku Jadi Prioritas

Oplus_131072

Jakarta. Jejakberita, Com – Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI), Muliansyah Abdurrahman, mendesak pemerintah segera mempercepat realisasi proyek strategis nasional Blok Masela di Maluku.

Menurutnya, proyek migas bernilai triliunan rupiah itu tidak boleh terus berlarut-larut tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Maluku.

Muliansyah menilai Blok Masela merupakan salah satu aset energi terbesar Indonesia yang seharusnya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Blok Masela ini aset bangsa nilainya triliunan. Sudah belasan tahun dibahas tapi eksekusinya lambat. Jangan sampai ini hanya jadi proyek elite tanpa dirasakan rakyat Maluku,” ujar Muliansyah kepada wartawan,  pada Selasa (3/8/2026).

Ia mengatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, proyek Blok Masela harus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan energi serta mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Selain mempercepat pembangunan proyek, KAPMI meminta pemerintah memastikan keterlibatan pelaku usaha lokal. Menurut Muliansyah, UMKM, koperasi, hingga tenaga kerja asal Maluku harus memperoleh kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok proyek tersebut.

“Multiplier effect-nya harus sampai ke bawah. Jangan sampai yang menikmati hanya investor besar. Pengusaha muda dan UMKM di Maluku harus diberi ruang dan pembinaan agar bisa menjadi bagian dari rantai pasok,” tegasnya.

Muliansyah juga menekankan pentingnya tata kelola proyek yang transparan, profesional, dan akuntabel. Ia mengingatkan agar pengelolaan Blok Masela bebas dari praktik korupsi serta mendapat pengawasan yang kuat dari DPR maupun masyarakat.

“Kami siap menjadi jembatan. KAPMI akan mendata dan membina pengusaha muda di Maluku agar siap masuk ke ekosistem Blok Masela. Ini momentum untuk membuktikan negara hadir untuk rakyat,” katanya.

Sebagai informasi, Blok Masela merupakan salah satu lapangan gas terbesar di Indonesia dengan potensi cadangan sekitar 10,7 triliun kaki kubik. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu penopang ketahanan energi nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Maluku apabila direalisasikan sesuai target. (JB-01)

Pos terkait