Ambon. Jejakberita, Com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI terus memperkuat upaya membangun kesadaran bela negara di kalangan generasi muda sebagai respons terhadap berbagai ancaman nonmiliter di era digital.
Melalui kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang digelar di Santika premiere hotel Kota Ambon, pada Kamis (30/7/2026), Kemhan RI menekankan pentingnya memperkokoh karakter, nasionalisme, serta literasi digital untuk menjaga keutuhan bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Ambon, Ketua DPRD kota Ambon, Sekertaris kota Ambon, OPD lingkup pemerintah kota Ambon, kakanwil Kemenag provinsi Maluku, Kasrem 151 Binaiya, Dandim 1504/Ambon, Kapolresta Ambon, Kejati Ambon, Organisasi kepemudaan, Ormas Kemasyarakatan, Mahasiswa, dan para pelajar dari berbagai sekolah yang ada di kota Ambon.
Dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI Luhut Marpaung dalam sambutannya menyampaikan bahwa ancaman terhadap Indonesia saat ini tidak lagi hanya berupa ancaman fisik atau militer. Penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga provokasi di media sosial menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan kesadaran bela negara di Kota Ambon merupakan hasil sinergi antara Kemhan RI, Pemerintah Kota Ambon, dan DPRD Kota Ambon dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Ambon dan Bapak Ketua DPRD Kota Ambon yang telah bersinergi erat dengan Kementerian Pertahanan RI untuk menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada generasi muda di Kota Ambon,” ujar Brigjen Luhut.
Ia mengatakan masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, setiap warga memiliki tanggung jawab menjaga ruang digital tetap sehat demi memperkuat persatuan bangsa.
“Biasakan bertanya terlebih dahulu, apakah informasi ini benar dan bermanfaat. Jika tidak, jangan ikut menyebarkannya karena itulah yang sering menjadi sumber persoalan,” katanya.
Brigjen Luhut menegaskan bahwa bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian sebagai prajurit TNI. Sikap menghargai perbedaan, menjaga toleransi, menggunakan media sosial secara bijak, serta memelihara persatuan merupakan bentuk nyata bela negara yang dapat dilakukan setiap warga negara.
Ia menilai Kota Ambon memiliki modal sosial yang kuat karena keberagaman suku, agama, dan budaya. Oleh sebab itu, semangat toleransi harus terus dijaga agar tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang memanfaatkan perbedaan identitas.
“Persatuan, kesatuan, dan toleransi harus terus dijaga. Itulah wujud nyata bela negara yang harus diterapkan setiap saat,” tegasnya.
Selain memperkuat pembinaan di masyarakat, Kemhan RI juga terus mendorong penguatan pendidikan karakter melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satunya melalui Program Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang telah ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 136 Tahun 2026.
Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan apresiasi kepada Kemhan RI yang telah memilih Kota Ambon sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi pembinaan kesadaran bela negara.
Menurutnya, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen mendukung seluruh program yang bertujuan membangun karakter generasi muda agar memiliki semangat nasionalisme, menjaga persatuan, serta mampu menghadapi tantangan zaman.
Bodewin mengajak generasi muda mulai membiasakan diri menjadikan nilai persatuan sebagai dasar dalam setiap tindakan. Ia menilai penguatan karakter, mental, dan spiritual merupakan investasi penting untuk menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bodewin juga mengajak seluruh masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air.
“Kalau kita mengaku mencintai tanah air, mari kibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah dan lingkungan kita. Ini menjadi simbol bahwa kita bangga dan siap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, setiap persoalan hukum harus diserahkan kepada aparat penegak hukum tanpa dibumbui sentimen identitas.
Di akhir kegiatan, Bodewin mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan mendukung program pembinaan kesadaran bela negara sebagai bekal menyiapkan generasi muda Ambon menjadi pelaku utama pembangunan bangsa pada 2045.
“Generasi muda harus menjadi pelaku pembangunan, bukan hanya menjadi penonton. Dengan persatuan, karakter yang kuat, dan semangat bela negara, kita dapat mewujudkan masa depan Ambon, Maluku, dan Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya. (JB-01)






