Jakarta. Jejakberita, Com – Upaya memperkuat sinergi antara lembaga adat dan negara menjadi fokus dalam pertemuan Yang Dipertuan Agung Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI), Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026). Dalam agenda tersebut, Sultan Sepuh didampingi Staf Khusus PYM Dipertuan Agung DAN-RI, Rd. Sandy Tumiwa, S.H.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, kedua pihak juga berdiskusi mengenai pentingnya memperkuat kolaborasi antara lembaga adat dan institusi negara dalam menjaga nilai-nilai budaya, sejarah, serta warisan Nusantara.
Sandy Tumiwa mengatakan kehadirannya sebagai Staf Khusus bertujuan memastikan komunikasi dan koordinasi selama agenda berjalan dengan baik.
“Silaturahmi ini menjadi langkah positif dalam membangun kolaborasi antara Dewan Adat Nasional Republik Indonesia dengan lembaga negara. Semangatnya adalah menjaga persatuan bangsa dengan tetap menghormati sejarah, budaya, dan adat istiadat Nusantara,” kata Sandy Tumiwa.
Dalam kesempatan itu, Yang Dipertuan Agung DAN-RI menekankan pentingnya harmonisasi antara kerajaan-kerajaan Nusantara dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, nilai-nilai adat dan sejarah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas bangsa dan perlu terus dilestarikan dalam kehidupan bernegara.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga adat, menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan dan kebangsaan.
Pertemuan itu juga dihadiri Koordinator Alumni Universitas Islam Azzahra, Muhammar. Diketahui, Sultan Sepuh Cirebon dan Sufmi Dasco Ahmad sama-sama merupakan alumni Universitas Islam Azzahra, sehingga suasana diskusi berlangsung akrab dan penuh nuansa kekeluargaan.
Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mempererat kerja sama antara DAN-RI dan DPR RI, khususnya dalam mendorong pelestarian budaya, sejarah, serta kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan nasional dan penguatan identitas bangsa. (JB-01)






