Jakarta. Jejakberita, Com – PT Jasa Raharja memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan pegawai terhadap ancaman narkoba yang terus berkembang, termasuk munculnya narkotika jenis baru dan penyalahgunaan zat berbahaya melalui vape.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada Senin (22/6/2026) tersebut menghadirkan Ketua Tim Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi DKI Jakarta, Reinhardt Manalu, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Reinhardt menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah terkait pencegahan dan pemberantasan narkoba yang menjadi program prioritas nasional periode 2024–2029.
Selain membahas kebijakan pemerintah, peserta juga diberikan gambaran mengenai tren penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang masih menunjukkan peningkatan berdasarkan data prevalensi tahun 2025. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif, beserta dampak buruknya terhadap kesehatan, kehidupan sosial, hingga konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.
Reinhardt menyoroti berbagai modus baru penyalahgunaan narkoba yang kini semakin beragam. Salah satunya adalah penyalahgunaan vape yang mengandung zat berbahaya serta kemunculan New Psychoactive Substances (NPS) atau narkotika jenis baru yang terus berkembang.
“Perkembangan modus tersebut perlu diantisipasi melalui peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat, termasuk di lingkungan kerja,” ujar Reinhardt.
Dalam sosialisasi itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri penyalahguna narkoba, baik dari aspek fisik, psikis, maupun sosial. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya deteksi dini guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
Menurut Reinhardt, penerapan program P4GN secara konsisten menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui edukasi berkelanjutan, pelaksanaan tes urine secara berkala, serta pembentukan budaya organisasi yang sehat dan bebas narkoba.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak individu, keluarga, organisasi, hingga bangsa secara luas.
“Karena itu, seluruh insan Jasa Raharja memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” kata Awaluddin.
Ia menilai pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen di lingkungan kerja. Melalui sosialisasi ini, perusahaan berharap seluruh pegawai semakin memahami bahaya narkoba dan mampu menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Awaluddin menambahkan bahwa edukasi dan deteksi dini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya perusahaan yang berintegritas dan berorientasi pada keselamatan. Karena itu, Jasa Raharja terus mendorong berbagai program preventif sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kesehatan dan keselamatan pegawai.
Lebih lanjut, Jasa Raharja juga menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba.
“Lingkungan kerja yang bebas narkoba merupakan fondasi penting bagi terciptanya organisasi yang profesional, produktif, dan berintegritas,” tegas Awaluddin.
Melalui kolaborasi dengan BNN Provinsi DKI Jakarta, Jasa Raharja berharap kesadaran pegawai terhadap bahaya narkoba semakin meningkat. Dengan demikian, tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, profesional, dan mampu mendukung peningkatan produktivitas perusahaan secara berkelanjutan.
(JB-01)






