Menaker Titip 3 Agenda Strategis Saat Penandatanganan PKB Jasa Raharja dan Serikat Pekerja

Nasional49 Dilihat

Jakarta. Jejakberita, Com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menitipkan tiga agenda strategis kepada PT Jasa Raharja saat menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Tahun 2026 antara manajemen perusahaan dan Serikat Pekerja Jasa Raharja (SPJR).

Tiga agenda tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan publik, percepatan transformasi digital, serta penguatan budaya keselamatan transportasi nasional.

Penandatanganan PKB Tahun 2026 berlangsung di Jakarta, Rabu (24/6/2026), dan dihadiri langsung oleh Menaker Yassierli, jajaran Direksi Jasa Raharja, serta pengurus SPJR. Kesepakatan tersebut menjadi landasan hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja sekaligus memperkuat komitmen membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Yassierli mengapresiasi kiprah Jasa Raharja yang selama lebih dari enam dekade menjalankan mandat negara dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang angkutan umum.

Menurutnya, hubungan industrial yang baik tidak cukup hanya berjalan harmonis, tetapi harus berkembang menjadi hubungan yang transformatif. Manajemen dan pekerja perlu berkolaborasi menghadapi tantangan perusahaan sekaligus memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

“PKB bukan tujuan akhir. Hubungan industrial yang baik harus mampu mendorong kolaborasi antara manajemen dan pekerja untuk menghadapi tantangan perusahaan sekaligus memberikan dampak yang lebih besar bagi bangsa dan negara,” ujar Yassierli.

Selain itu, Menaker juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas dan memperkuat pengembangan sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Menaker Soroti Tiga Prioritas Jasa Raharja

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli secara khusus menitipkan tiga agenda utama yang dinilai penting bagi keberlanjutan Jasa Raharja.

Pertama, menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat sebagai representasi kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan.

Kedua, mempercepat transformasi digital guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan perusahaan.

Ketiga, memperkuat peran preventif dan promotif dalam membangun budaya keselamatan transportasi nasional.

“Jasa Raharja memiliki peran yang sangat strategis. Saya berharap perusahaan terus memperkuat layanannya kepada masyarakat, mengawal transformasi digital dengan baik, dan mengambil peran yang lebih besar dalam membangun budaya keselamatan transportasi,” kata Yassierli.

Ia juga menyoroti masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Menurutnya, setiap angka kecelakaan menyimpan cerita kehilangan yang dialami keluarga korban sehingga upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama.

“Jasa Raharja tidak hanya memiliki peran dalam memberikan santunan, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam membangun budaya keselamatan transportasi di Indonesia,” ujarnya.

PKB Jadi Instrumen Transformasi Perusahaan

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan PKB Tahun 2026 merupakan hasil dialog konstruktif yang dibangun atas dasar kemitraan antara manajemen dan serikat pekerja.

Menurut Awaluddin, PKB tidak sekadar menjadi dokumen administratif yang mengatur hak dan kewajiban para pihak, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung transformasi perusahaan.

“PKB ini bukan sekadar dokumen administratif yang mengatur hak dan kewajiban para pihak. Lebih dari itu, PKB merupakan instrumen transformasi perusahaan yang dibangun melalui prinsip saling menghormati, saling menghargai, dan kesediaan untuk mencari solusi bersama,” katanya.

Ia menegaskan bahwa hubungan yang baik antara manajemen dan serikat pekerja menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Jasa Raharja, lanjut Awaluddin, juga terus mendorong transformasi digital untuk mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan kualitas perlindungan kepada masyarakat. Selain itu, perusahaan memperkuat berbagai program edukasi serta kolaborasi lintas sektor guna mendukung terciptanya budaya keselamatan berlalu lintas.

“Perlindungan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kecepatan dan ketepatan penyerahan santunan, tetapi juga melalui berbagai upaya pencegahan kecelakaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum SPJR Saleh Ibrahim menegaskan bahwa serikat pekerja memiliki kepentingan besar terhadap kemajuan perusahaan. Karena itu, SPJR terus mendorong seluruh anggotanya untuk memberikan kontribusi positif demi mendukung kinerja perusahaan.

“Melalui kemajuan perusahaan, kami berharap kesejahteraan anggota juga semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan motto SPJR, ‘Maju Perusahaannya, Sejahtera Anggotanya’,” kata Saleh.

Melalui penandatanganan PKB Tahun 2026, Jasa Raharja dan SPJR menegaskan komitmen bersama untuk membangun hubungan industrial yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperbesar kontribusi Jasa Raharja dalam membangun budaya keselamatan transportasi nasional. (JB-01)