“SMPN 7 Ambon Jadi Incaran Warga Perbatasan, 14 Ekskul Aktif Jadi Daya Tarik Utama”.

AMBON. Jejakberita, Com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di SMP Negeri 7 Ambon berjalan lancar. Namun, sekolah yang berada di wilayah perbatasan Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah itu menghadapi kendala dalam proses pendaftaran calon siswa dari luar wilayah zonasi yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam sistem aplikasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 7 Ambon, Anthon Anakotta, S.Pd., mengungkapkan hingga hari terakhir pendaftaran, Jumat (12/6/2026), pihak sekolah masih menemukan sejumlah calon peserta didik dari luar Kota Ambon yang mengalami kendala karena data mereka belum terintegrasi dalam aplikasi SPMB yang disiapkan Dinas Pendidikan Kota Ambon.

“Secara umum proses pendaftaran berjalan lancar dan mengikuti mekanisme online yang telah ditetapkan dinas. Kendala yang kami hadapi lebih banyak berasal dari calon siswa dari luar kota atau luar zonasi yang datanya belum terakomodasi dalam sistem,” kata Anakotta saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat.

Menurutnya, posisi SMPN 7 Ambon yang berada di kawasan perbatasan membuat sekolah tersebut menjadi salah satu tujuan pendaftaran bagi siswa dari wilayah Kabupaten Maluku Tengah maupun daerah di luar zonasi Kota Ambon.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut akan dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Kota Ambon sebagai bahan evaluasi, termasuk kemungkinan adanya kebijakan lanjutan bagi calon peserta didik yang belum dapat mengakses sistem pendaftaran hingga batas waktu yang ditentukan.

“Kami akan melaporkan kondisi ini ke dinas. Mudah-mudahan ada solusi atau kelonggaran bagi siswa yang terkendala integrasi data dalam aplikasi,” ujarnya.

Kuota 256 Siswa, Baru Terisi 124 Pendaftar

Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMPN 7 Ambon mendapat alokasi sebanyak 8 rombongan belajar (rombel) dengan total kuota 256 siswa.

Namun hingga hari terakhir pendaftaran, jumlah calon peserta didik yang telah mendaftar secara online baru mencapai 124 orang.

Berdasarkan data sementara, kuota jalur penerimaan terdiri dari:

Jalur Domisili: 128 siswa

Jalur Afirmasi: 51 siswa

Jalur Prestasi: 64 siswa

Jalur Mutasi/Perpindahan Tugas Orang Tua: 12 siswa

Sementara jumlah pendaftar yang telah masuk hingga Jumat siang tercatat:

Jalur Domisili: 98 siswa

Jalur Afirmasi: 5 siswa

Jalur Prestasi: 18 siswa

Jalur Mutasi: 3 siswa

“Yang paling mendominasi saat ini masih jalur domisili. Kami berharap hingga penutupan pendaftaran jumlah peserta terus bertambah,” jelas Anakotta.

Miliki 14 Ekstrakurikuler Jadi Daya Tarik

Selain faktor lokasi yang strategis, SMPN 7 Ambon juga memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik bagi calon peserta didik dan orang tua.

Menurut Anakotta, sekolah yang dipimpinnya memiliki sekitar 14 kegiatan ekstrakurikuler aktif yang terus berjalan dan berhasil mencetak berbagai prestasi.

“Kalau bicara nilai jual SMPN 7 Ambon, salah satunya adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kami memiliki kurang lebih 14 ekskul yang aktif dan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sini,” katanya.

Ia menambahkan, akses sekolah yang berada di jalur utama perbatasan kota juga memudahkan mobilitas siswa sehingga menjadi salah satu pertimbangan masyarakat memilih SMPN 7 Ambon sebagai tujuan pendidikan. (JB-01)

Pos terkait