HUT ke-451 Kota Ambon, Bodewin Ungkap Capaian 17 Program Prioritas: Ekonomi Tumbuh, PR Masih Menumpuk

Ambon. Jejakberita, Com — Memasuki usia 451 tahun, Kota Ambon mencatat sejumlah capaian pembangunan melalui pelaksanaan 17 program prioritas. Namun, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan keberhasilan tersebut belum membuat pemerintah boleh berpuas diri karena masih banyak persoalan yang harus dituntaskan.

Hal itu disampaikan Bodewin dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka HUT ke-451 Kota Ambon di ruang sidang utama DPRD Kota Ambon, Jumat (4/9/2026).

Bodewin mengatakan 17 program prioritas pemerintah kota terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan dasar, air bersih, pengelolaan sampah, pendidikan, kesehatan, penguatan UMKM hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Sejumlah indikator pembangunan juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga kuartal pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Ambon mencapai 6,09 persen, sedangkan inflasi pada Juli 2026 berada di angka 2,9 persen.

Realisasi investasi semester pertama 2026 juga mencapai sekitar Rp847 miliar atau tumbuh 180 persen.

Meski demikian, Bodewin mengakui masih terdapat berbagai pekerjaan rumah. Tingkat kemiskinan masih berada di angka 11,37 persen. Selain itu, sejumlah ruas jalan masih rusak dan berlubang, kebutuhan air bersih belum seluruhnya terpenuhi, sementara persoalan sampah dan ancaman bencana juga membutuhkan penanganan serius.

“Tidak ada yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan ini sendiri. Pemerintah kota pun tidak mampu,” tegas Bodewin.

Menurutnya, usia 451 tahun harus menjadi momentum evaluasi terhadap perjalanan pembangunan Kota Ambon. Perayaan hari jadi tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menjadi kesempatan untuk melihat capaian sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih dirasakan masyarakat.

Bodewin menegaskan tema HUT ke-451, “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, harus diterjemahkan dalam kerja nyata.

Ia mengingatkan bahwa Ambon bersih bukan sekadar persoalan sampah, tetapi juga menyangkut budaya masyarakat, tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

“Masyarakat adalah kekuatan utama yang menentukan wajah kota ini,” ujarnya.

Bodewin juga meminta seluruh aparatur Pemkot Ambon tidak hanya mengejar target program maupun serapan anggaran. Setiap rupiah anggaran harus dipastikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bekerjalah keras, bekerja cerdas, tetapi juga ingat, bekerjalah dengan benar,” tegasnya.

Ia pun mengajak DPRD, Forkopimda, dunia usaha, komunitas dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

Bagi Bodewin, capaian 17 program prioritas merupakan bagian dari perjalanan pembangunan Ambon, tetapi bukan garis akhir.

Usia 451 tahun justru menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama agar kota ini semakin bersih, sehat, tangguh dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (JB-01)

Pos terkait