Ambon. Jejakberita, Com — Sebanyak 114 barisan memeriahkan Lomba Gerak Jalan Indah (LGJI) Amboina 2026 di Kota Ambon. Tak sekadar adu kreativitas dan kekompakan, ajang yang digelar dalam rangkaian HUT Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-91 dan HUT Kota Ambon ke-451 itu juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan masyarakat.
LGJI Amboina 2026 digelar AMGPM Daerah Kota Ambon pada Sabtu (5/9/2026) ini, dipusatkan di kawasan Gong Perdamaian Kota Ambon dan mendapat dukungan Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Pemerintah kota akan terus mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” kata Bodewin dalam sambutannya.
Menurutnya, persaingan dalam perlombaan merupakan hal yang wajar. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan menciptakan kompetisi yang sehat.
“Persaingan tetap ada, tetapi yang kita butuhkan adalah persaingan yang sehat. Jaga sportivitas,” ujarnya.
Bodewin juga menitipkan pesan kepada seluruh peserta dan masyarakat yang mengikuti kegiatan agar ikut menjaga kebersihan Kota Ambon. Ia mengingatkan agar sampah tidak dibuang sembarangan, terutama di sepanjang ruas jalan yang menjadi jalur LGJI.
“Jangan buang sampah sembarangan. Jalan-jalan utama di Kota Ambon harus kita jaga,” tegasnya.
Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan LGJI Amboina 2026.
Bodewin juga mengucapkan selamat memperingati HUT GPM ke-91 yang jatuh pada 6 September 2026 serta HUT Kota Ambon ke-451 pada 7 September 2026.
“Selamat merayakan Hari Ulang Tahun Gereja Protestan Maluku ke-91 tahun 2026. Bagi seluruh warga Kota Ambon, selamat merayakan HUT Kota Ambon ke-451 pada 7 September 2026. Tuhan memberkati kita semua,” katanya.

Menurut Ferry, respons masyarakat terhadap pelaksanaan LGJI 2025 sangat baik. Karena itu, pelaksanaan tahun ini diharapkan dapat berlangsung lebih berkualitas, terutama dari sisi penyelenggaraan dan proses penilaian.
“Kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah harus dipergunakan dengan tepat, sehingga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Ketua AMGPM Daerah Kota Ambon Vebriano Lesnussa mengatakan LGJI merupakan salah satu program organisasi yang telah berlangsung sejak dekade 1980-an. Dalam perkembangannya, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikon kegiatan masyarakat Kota Ambon.
Vebriano menyebut LGJI bukan hanya ajang olahraga dan kreativitas. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam semangat persatuan.

Dia berharap LGJI Amboina 2026 dapat menjadi momentum untuk semakin mempererat persaudaraan masyarakat Ambon dan Maluku.
Ketua Panitia LGJI Amboina 2026, Rido Patiasina, melaporkan sebanyak 114 barisan ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Peserta terbagi dalam sejumlah kategori, yakni 30 barisan anak, 14 barisan remaja, 22 barisan dewasa putri, 6 barisan dewasa putra, 12 barisan dewasa, serta 4 barisan kategori etnik budaya.
Kategori etnik budaya menjadi salah satu pembaruan dalam LGJI tahun ini. Kategori tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menampilkan kekayaan budaya Maluku melalui musik, identitas dan kreativitas etnik.
Rute LGJI Amboina 2026 dimulai dari kawasan Gong Perdamaian Kota Ambon. Peserta kemudian melintasi Jalan Slamet Riyadi, Jalan Pattimura, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, Jalan Ayam Sengaji hingga Jalan A.Y. Patty.
Garis finis berada di depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Ambon.
Dengan melibatkan ratusan barisan dan masyarakat, LGJI Amboina 2026 tidak hanya menjadi hiburan menjelang perayaan HUT GPM dan HUT Kota Ambon, tetapi juga diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan disiplin, kreativitas, sportivitas, persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dukungan Pemkot Ambon terhadap kegiatan tersebut sekaligus menegaskan posisi LGJI sebagai salah satu agenda masyarakat yang terus dipertahankan dalam rangka menyambut momentum penting bagi Kota Ambon dan Maluku.
(JB-01)






