AMBON. Jejakberita, Com – Polda Maluku memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Dusun Katapang dan Dusun Olas, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kini telah kembali kondusif.
Ketegangan yang sempat memicu konsentrasi massa dari kedua dusun berhasil dikendalikan aparat gabungan Polri dan TNI sehingga bentrokan yang lebih luas dapat dicegah.
Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi, mulai dari dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan hingga kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam, akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami memastikan seluruh peristiwa yang terjadi akan ditangani secara profesional, objektif, dan transparan. Setiap pelaku yang terlibat dalam tindak pidana, baik penganiayaan maupun pelecehan, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Kapolda Maluku dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Peristiwa bermula pada Minggu (31/5/2026) ketika seorang perempuan berinisial N, warga Dusun Katapang, diduga mengalami pelecehan oleh orang tak dikenal saat melintas di wilayah Dusun Olas bersama suaminya.
Sebagai upaya penyelesaian, perwakilan warga Dusun Katapang bersama kepala dusun mendatangi Dusun Olas pada Jumat (5/6/2026) malam untuk melakukan mediasi. Namun situasi berkembang tidak kondusif sehingga rombongan kembali ke wilayahnya dengan pengawalan personel Pos Pengamanan Laala.
Tak lama setelah itu, dua warga yang melintas menggunakan sepeda motor, yakni Y.A. dan H.U., diduga diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Insiden tersebut memicu berkumpulnya massa dari kedua dusun. Berkat respons cepat aparat keamanan dan unsur TNI di lapangan, potensi bentrokan berhasil dicegah.
Pada Sabtu (6/6/2026), ketegangan kembali meningkat. Warga Dusun Katapang sempat melakukan pemalangan jalan menggunakan batu sebagai bentuk protes dan menuntut aparat segera mengungkap pelaku penganiayaan maupun dugaan pelecehan.
Situasi memanas ketika sekitar 400 warga Dusun Katapang bergerak menuju Dusun Olas pada siang hari. Massa dilaporkan membawa senjata tajam dan senapan angin. Aparat gabungan dari Polres Seram Bagian Barat, Polsek Huamual, TNI, dan Brimob langsung melakukan pengamanan guna mencegah bentrokan terbuka.
Dalam situasi tersebut, satu unit kendaraan dinas operasional Bag Ops Polres Seram Bagian Barat dan satu unit sepeda motor operasional Bhabinkamtibmas dilaporkan dibakar oleh massa.
Sekitar pukul 12.40 WIT, personel Brimob Kompi II Batalyon B Pelopor tiba di lokasi untuk memperkuat pengamanan. Berkat langkah cepat aparat gabungan, situasi berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.00 WIT dan massa dari kedua dusun berangsur membubarkan diri.
Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, sebanyak 115 personel gabungan diterjunkan ke lokasi. Mereka terdiri dari personel Polres Seram Bagian Barat, Polsek Huamual, Koramil, Pos Pengamanan Laala, dan Brimob.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan penyidik masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam maupun dugaan pelecehan yang menjadi pemicu awal konflik.
“Tim penyidik sedang melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, menahan diri, serta mempercayakan proses penegakan hukum kepada aparat kepolisian,” ujarnya.
Selain fokus pada penegakan hukum, Polda Maluku juga terus membangun komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah setempat guna menjaga stabilitas keamanan dan mendorong rekonsiliasi sosial.
Polda Maluku mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan, tidak mudah terprovokasi, dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur hukum serta musyawarah.
Saat ini aparat keamanan masih bersiaga di lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. (JB-01)






