Modul Literasi Keuangan Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan di Ambon untuk SMP dan MTs

Ambon. Jb. Com — Kota Ambon kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Pemerintah Kota Ambon resmi meluncurkan modul ajar literasi keuangan untuk mata pelajaran IPS bagi seluruh siswa SMP dan MTs, yang disebut sebagai program pertama di Indonesia.

Peluncuran tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan menjadi langkah konkret Pemkot Ambon dalam memperkuat pendidikan karakter serta kecerdasan finansial generasi muda.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan, pendidikan keuangan sejak usia sekolah penting untuk membentuk pola pikir anak agar lebih bijak mengelola uang dan memahami pentingnya menabung.

“Anak-anak harus mulai diperkenalkan dengan pengelolaan keuangan sejak dini. Ini bukan sekadar teori, tetapi bagian dari membangun kebiasaan hidup yang baik,” ujar Bodewin, Rabu (20/5/2026).

Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Ambon dengan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, serta MGMP IPS.

Dalam penerapannya, seluruh SMP dan MTs di Kota Ambon diwajibkan menggunakan modul tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran IPS di sekolah. Tercatat sebanyak 53 SMP dan 10 MTs negeri maupun swasta akan mulai menerapkan program itu secara bertahap.

Selain pembelajaran di kelas, siswa juga didorong membuka rekening Simpanan Pelajar (SimPel) agar mereka dapat mempraktikkan langsung pengelolaan keuangan sederhana melalui kebiasaan menabung.

Menurut Bodewin, gerakan literasi keuangan di sekolah menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang mandiri dan memiliki kemampuan mengatur keuangan secara bertanggung jawab.

“Kalau sejak kecil anak-anak sudah terbiasa menabung dan memahami cara mengelola uang, maka ke depan mereka akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi,” katanya.

Pemkot Ambon berharap program tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mengintegrasikan pendidikan literasi keuangan ke dalam sistem pembelajaran formal di sekolah.

(JB-01)