KTM GMNI Maluku 2026: Alhidayat Wajo Dorong Kader Mandiri Lewat Kewirausahaan

DPRD Maluku57 Dilihat

Jb. Com, Ambon — Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Maluku didorong untuk tidak hanya kuat dalam ideologi, tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui kewirausahaan. Pesan ini mengemuka dalam Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) GMNI Maluku yang menghadirkan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, sebagai pemateri utama, dalam kegiatan yang berlangsung pada 30 April 2026 di Perumahan Wisma Kopertis, Kota Ambon.

Dalam materinya bertajuk “Kewirausahaan dan Pengembangan Kader”, Alhidayat menekankan pentingnya kemandirian sebagai fondasi gerakan. Menurutnya, kader GMNI tidak cukup hanya menguasai wacana ideologis, tetapi juga harus memiliki kemampuan praktis, terutama dalam membangun usaha, karena kewirausahaan menjadi jalan strategis untuk menciptakan kader yang tangguh dan tidak bergantung secara ekonomi.

“Kader harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Ideologi penting, tetapi tanpa kemandirian ekonomi, peran kader akan terbatas,” ujarnya di hadapan peserta.

Kegiatan ini diikuti kader GMNI dari berbagai cabang di kabupaten/kota se-Maluku yang telah melalui proses seleksi ketat. Karena itu, forum KTM menjadi ruang lanjutan untuk memperkuat kualitas kepemimpinan dan daya saing kader.

Dalam pemaparannya, Alhidayat juga membagikan pengalaman organisasinya saat aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru, di mana ia pernah menjabat sebagai Ketua Cabang. Ia menilai pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, ketahanan mental, dan kemampuan kepemimpinan kader.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kader organisasi pergerakan harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri ideologis. Ia menegaskan bahwa pengembangan kader tidak boleh berhenti pada diskusi semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Alhidayat juga mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan berbasis kolektif di kalangan kader GMNI. Model ini dinilai mampu mengatasi keterbatasan modal sekaligus memperkuat solidaritas dan jaringan antar kader di Maluku.

“Kolektivitas menjadi kekuatan. Dengan membangun usaha bersama, kader bisa saling menopang sekaligus memperluas jaringan,” katanya.

Kegiatan KTM GMNI Maluku ini diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya progresif dalam pemikiran, tetapi juga produktif dalam karya serta mandiri secara ekonomi, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran organisasi di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang. (JB-01)