Hilirisasi Kelapa di Teluk Elpaputih Maluku Tengah Dapat Apresiasi KNPI Maluku

Daerah Maluku105 Dilihat

Jb. Com, Ambon — Langkah Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mendorong hilirisasi komoditas kelapa di kawasan Teluk Elpaputih menuai apresiasi dari kalangan pemuda. Fungsionaris DPD KNPI Maluku, Basyir Tuhepaly, menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan strategis dalam mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Basyir menyebut, upaya hilirisasi yang digagas di bawah kepemimpinan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola sektor pertanian secara produktif. Bersama DPD KNPI Maluku yang dipimpin Arman Kalean Lessy, pihaknya menyatakan dukungan terhadap program tersebut sebagai bagian dari komitmen pemuda dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, target produksi 300 ribu butir kelapa per hari bukan sekadar ambisi, melainkan penanda arah baru pembangunan berbasis hilirisasi. “Ini bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana menciptakan nilai tambah agar kelapa tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” ujar Basyir dalam keterangannya kepada media ini, pada Sabtu (2/5).

Pengembangan kawasan Teluk Elpaputih sebagai sentra pertanian baru dinilai mencerminkan perencanaan yang matang. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat produksi sekaligus pengolahan kelapa yang terintegrasi. Jika dikelola optimal, wilayah ini berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Tengah.

Lebih jauh, Basyir menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam agenda hilirisasi tersebut. Ia melihat peluang besar bagi pemuda untuk mengambil peran sebagai pelaku usaha, tenaga kerja produktif, hingga inovator di sektor pertanian berbasis teknologi.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi kebijakan ini harus dikawal secara serius. Sejumlah tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, akses teknologi, hingga kepastian pasar perlu menjadi perhatian pemerintah agar program tidak berhenti pada tataran konsep.

“Kebijakan ini sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana konsistensi pelaksanaan dan pengawasan bisa dijaga,” katanya.

Basyir menilai, langkah hilirisasi kelapa yang diinisiasi pemerintah daerah merupakan kebijakan visioner yang berpihak pada sektor riil dan masyarakat, khususnya petani. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan pemuda terus diperkuat guna memastikan keberhasilan program tersebut.

“Ini harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Dengan sinergi yang kuat, Maluku Tengah bisa tumbuh menjadi daerah yang mandiri dan berdaya saing,” tutupnya. (JB-01)