Lapas Perempuan Ambon Rayakan Hari Kartini dengan Nuansa Kebaya, Layanan Kunjungan Tampil Humanis

JB. Com, Ambon – Semangat emansipasi perempuan ala R.A. Kartini terasa kuat di Lapas Perempuan Kelas III Ambon. Dalam momentum Hari Kartini, layanan kunjungan bagi warga binaan tampil berbeda dengan balutan kebaya dan busana adat Maluku, menghadirkan suasana hangat sekaligus humanis, Rabu (23/4/2026).

Sejak pagi, petugas perempuan kompak mengenakan kebaya dengan ragam warna elegan. Sementara itu, petugas pria tampil rapi menggunakan baju cele khas Maluku. Perpaduan ini tidak hanya memperindah pelayanan, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ambon, Hesta van Harling, mengatakan peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat nilai kesetaraan dan kemandirian.

“Melalui peringatan ini, kami ingin menghadirkan suasana berbeda sekaligus memberi inspirasi bahwa perempuan tetap punya kesempatan berkembang dan berkarya, di mana pun berada,” ujarnya.

Meski tampil dengan nuansa budaya, layanan kunjungan tetap berjalan tertib dan lancar. Petugas memberikan pelayanan cepat, ramah, dan profesional tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Salah satu pengunjung, Alya, mengaku terkesan dengan konsep tersebut. Ia menilai pelayanan tetap optimal, bahkan terasa lebih nyaman dengan sentuhan budaya.

“Pelayanannya tetap cepat dan rapi, tapi suasananya lebih hangat. Apalagi petugasnya pakai kebaya dan baju cele, jadi terasa lebih khas,” katanya.

Nuansa kebaya yang dipadukan dengan busana adat lokal menjadi bukti bahwa pelayanan publik bisa berjalan selaras dengan pelestarian budaya, sekaligus memperkuat semangat emansipasi perempuan di lingkungan pemasyarakatan.

(JB-01)

Pos terkait