Warga Binaan Rutan Ambon Ikuti Ujian SMA, Bukti Hak Pendidikan Tetap Terpenuhi

Oplus_131072

JB. Com, Ambon – Di tengah masa pembinaan, seorang warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon tetap mengikuti Ujian Sekolah tingkat SMA. Momen ini menjadi bukti bahwa hak pendidikan tetap dijamin, bahkan di balik jeruji besi.

Ujian tersebut diikuti oleh Sayuti Maulana Mony pada Jumat (17/4), dengan pelaksanaan berlangsung di dalam lingkungan rutan. Suasana ujian berjalan kondusif, tertib, dan aman, berkat pengawasan ketat dari petugas rutan serta pihak sekolah.

Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama antara Rutan Ambon dan SMA Negeri 15 Ambon sebagai penyelenggara pendidikan. Seluruh proses ujian dijalankan sesuai ketentuan, guna menjaga objektivitas dan kredibilitas hasil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, menegaskan komitmen pihaknya dalam memenuhi hak-hak warga binaan, termasuk akses pendidikan.

“Pelaksanaan ujian ini merupakan bentuk nyata komitmen kami. Meski sedang menjalani masa pembinaan, warga binaan tetap berhak melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, program pembinaan di Rutan Ambon tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dan nonformal.

Dari pihak sekolah, Wakil Kepala SMA Negeri 15 Ambon Bidang Kesiswaan, Iwan Talib, mengapresiasi sinergi yang terjalin. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan tanpa diskriminasi.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan ujian ini sebagai tanggung jawab dunia pendidikan dalam memberikan kesempatan yang sama bagi setiap warga negara,” katanya.

Guru SMA Negeri 15 Ambon, Rival Basir, yang terlibat dalam pelaksanaan ujian, juga melihat adanya semangat tinggi dari peserta.

“Meskipun dalam keterbatasan, motivasi belajar tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi pengamanan, petugas Rutan memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan sesuai prosedur tetap tanpa mengganggu kenyamanan peserta. Pengawasan dilakukan optimal demi menjaga keseimbangan antara aspek keamanan dan kelancaran ujian.

Pelaksanaan ujian ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan, sekaligus memberikan bekal pendidikan bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

Rutan Ambon pun menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi masa depan. (JB-01)

Pos terkait