JB. Com, Ambon – Layanan kunjungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon kini resmi bertransformasi total ke sistem digital.
Melalui aplikasi Beta Puan, seluruh proses kunjungan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilakukan secara online tanpa antrean manual, sekaligus menjadi langkah konkret peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi yang mulai diberlakukan pada Kamis (16/4/2026).
Melalui sistem ini, keluarga WBP tidak lagi harus datang lebih awal untuk mengantre. Seluruh proses, mulai dari pendaftaran, pemilihan jadwal kunjungan, hingga pengisian data diri, kini dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi.
Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, menegaskan bahwa digitalisasi layanan ini merupakan bagian dari komitmen institusinya dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan transparan.
“Sejak diluncurkannya aplikasi Beta Puan, layanan kunjungan di LPP Ambon tidak lagi menggunakan sistem manual. Semua telah terintegrasi secara digital, sehingga memudahkan keluarga Warga Binaan dan juga membantu petugas dalam mengatur jadwal kunjungan secara lebih efektif,” ujarnya.
Transformasi ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu pengunjung, Salahudin Halim, mengaku sangat terbantu dengan sistem baru tersebut.
“Saya merasa sangat puas dengan layanan Beta Puan ini. Sekarang tidak perlu lagi datang pagi-pagi hanya untuk antre. Tinggal daftar lewat aplikasi, datang sesuai jadwal, dan prosesnya cepat,” katanya.
Selain meningkatkan efisiensi, penerapan Beta Puan juga menjadi bagian dari upaya Lapas Perempuan Ambon dalam membangun sistem pelayanan yang lebih modern dan ramah masyarakat.
Ke depan, pihak Lapas memastikan akan terus melakukan pengembangan inovasi guna mendukung sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada kepuasan publik. (JB-01)






