
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara guru, siswa, dan komite sekolah sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan di bulan suci Ramadan.

“Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat tepat bagi kita untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, serta memperkuat hubungan dengan sesama,” ujar Anakotta.
Ia menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar makan bersama, melainkan menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kebersamaan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Ketika kita menahan lapar dan haus, kita belajar memahami kondisi saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Ini adalah pelajaran penting tentang kesabaran, kepedulian, dan rasa syukur,” katanya.
Kepala sekolah juga berpesan kepada para siswa agar menjadikan bulan suci ini sebagai momentum membentuk pribadi yang lebih disiplin, sabar, serta bertanggung jawab, sekaligus menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan para siswa untuk menjadikan puasa sebagai sarana membentuk karakter dan meningkatkan kualitas diri.

Ia juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif, termasuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menjaga akhlak.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut dihadiri seluruh dewan guru, staf tata usaha, komite sekolah, serta para peserta didik SMP Negeri 7 Ambon.






