Musala SMPN 7 Ambon Dibangun dari Swadaya Orang Tua dan Guru, Siap Diresmikan

Oplus_131074

Jejakberita. Ambon, Com – Pembangunan musala di SMP Negeri 7 Ambon kini hampir rampung setelah sebelumnya menjadi temuan saat inspeksi mendadak (sidak) oleh Wakil walikota Ambon Ely Toisuta beberapa bulan lalu.

Kepala SMPN 7 Ambon, Anthon Anakotta, S.Pd., menegaskan penyelesaian fasilitas ibadah tersebut merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di lingkungan pendidikan.

Anthon Anakotta menjelaskan, bangunan yang saat ini difungsikan sebagai musala awalnya bukan diperuntukkan sebagai tempat ibadah, melainkan ruang Bimbingan Konseling (BK) atau BP. Namun, seiring kebutuhan siswa, ruangan tersebut dialihkan menjadi musala sejak beberapa tahun lalu.

“Bangunan ini sebenarnya dulu ruang BP, kemudian dialihkan menjadi musala. Itu sudah berlangsung beberapa tahun dan bukan pada masa kepemimpinan saya,” kata Anthon saat diwawancarai media ini di ruang kerjanya, pada Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, kondisi musala tersebut kemudian menjadi perhatian saat Wakil walikota  Ambon melakukan sidak ke sekolah. Dari temuan itu, beliau meminta agar fasilitas ibadah bagi siswa Muslim segera diperbaiki dan diselesaikan.

“Waktu Ibu Wakil walikota datang sidak, beliau melihat langsung kondisi musala dan meminta agar segera dibenahi karena ini kebutuhan siswa,” ujarnya.

Anthon menyebutkan, komposisi siswa di SMPN 7 Ambon relatif seimbang antara Muslim dan Kristen, sehingga fasilitas ibadah menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan keagamaan di sekolah.

“Jumlah siswa di sini hampir 50 persen Muslim dan 50 persen Kristen. Karena itu, fasilitas ibadah harus tersedia agar pembinaan keagamaan bisa berjalan baik,” jelasnya.

Untuk mempercepat pembangunan, pihak sekolah melibatkan partisipasi orang tua siswa melalui sumbangan sukarela.

Selain itu, para guru bersama sejumlah orang tua turut bergotong royong menyelesaikan pembangunan musala tersebut.

“Orang tua memberikan sumbangan secara sukarela dan pekerjaan juga dikerjakan oleh para guru serta beberapa orang tua siswa,” kata Anthon.

Ia menambahkan, dukungan lintas agama juga terlihat dalam proses pembangunan tersebut. Bahkan, orang tua siswa beragama Kristen turut memberikan dukungan agar pembangunan musala segera diselesaikan, terutama menjelang bulan Ramadan.

Saat ini pembangunan musala sudah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu peresmian. Pihak sekolah berencana melaporkan langsung perkembangan tersebut kepada Ibu Wakil Walikota Ambon dalam waktu dekat.

“Rencananya kami akan bertemu dengan Ibu Wakil walikota untuk menyampaikan bahwa musala yang beliau harapkan sudah selesai. Tinggal menunggu peresmian,” ujarnya.

Anthon mengatakan, Wakil walikota Ambon saat sidak tersebut telah menyampaikan komitmen untuk menjadikan SMPN 7 Ambon sebagai sekolah toleransi.

“Beliau berjanji sekolah ini akan dijadikan sekolah toleransi. Itu yang menjadi semangat kami di sini,” katanya.

Selain pembangunan musala, pihak sekolah juga merencanakan rehabilitasi ruang kerohanian bagi siswa Kristen. Program tersebut ditargetkan dapat digunakan untuk perayaan Natal pada tahun 2026.

“Kami juga merencanakan merehabilitasi satu ruangan untuk gedung kerohanian. Targetnya pada Natal 2026 nanti kegiatan keagamaan sudah bisa dilakukan di sana,” jelas Anthon.

Ia berharap keberadaan fasilitas ibadah bagi semua siswa dapat memperkuat pembinaan karakter, akhlak, dan sikap toleransi di lingkungan sekolah.

“Harapan kami, dengan adanya musala dan nantinya juga gedung kerohanian, pembinaan moral dan sikap siswa bisa lebih baik. Ini juga menjadi wujud nyata toleransi di sekolah,” pungkasnya. (JB-01)

Editor: Jerry

Pos terkait