Jejakberita. Com, Tanimbar – Kepulauan Tanimbar kembali menjadi sorotan jelang akhir tahun. Dalam dua hari kunjungan kerja pada 19–20 November 2025, Kepala Kanwil Bea Cukai Maluku Estty Purwadiani Hidayatie bersama Kepala Kanwil Perbendaharaan Provinsi Maluku Anang Rohmawan turun langsung ke Saumlaki untuk memperkuat sinergi lintas instansi dan memetakan potensi ekonomi strategis di wilayah perbatasan tersebut.
Agenda dimulai dengan audiensi bersama pemerintah daerah di Kantor Bupati Kepulauan Tanimbar. Pertemuan itu membahas kolaborasi Kemenkeu Satu dengan Pemda dalam mendorong percepatan ekonomi daerah, termasuk penguatan sektor unggulan yang memiliki nilai strategis.
Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ratuanak, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat.
“Kami menyambut baik kehadiran Bea Cukai dan Kanwil Perbendaharaan. Kunjungan ini sangat penting untuk membuka ruang koordinasi lebih kuat dan memastikan potensi Tanimbar dapat dioptimalkan secara tepat dan berkelanjutan. Kami berharap kerja sama ini menghasilkan terobosan nyata bagi ekonomi masyarakat,” ujar Ratuanak.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke PT Inpex guna melihat langsung fasilitas perusahaan serta aktivitas industri energi yang tengah berkembang. Peninjauan ini menjadi bagian dari pemetaan potensi sektor industri yang berpotensi menjadi motor ekonomi Tanimbar dalam beberapa tahun ke depan.
Tak hanya fokus pada industri besar, tim Kemenkeu Satu juga melakukan penggalian potensi UMKM yang dinilai siap ekspor. Langkah ini merupakan komitmen pemerintah untuk melahirkan eksportir baru dari Maluku serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.
Selain itu, rombongan turut meninjau Gudang Koperasi Merah Putih guna melihat kondisi sarana pergudangan yang berperan penting dalam alur logistik. Peninjauan dilanjutkan ke Pos Bea Cukai Saumlaki untuk memastikan proses pengawasan kepabeanan berjalan optimal di wilayah yang menjadi pintu gerbang arus barang di perbatasan.
Melalui rangkaian kunjungan dua hari tersebut, sinergi antara Bea Cukai, Perbendaharaan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha diharapkan semakin solid. Dengan penguatan koordinasi dan pemetaan potensi yang lebih terukur, Kepulauan Tanimbar diharapkan mampu membangun ekosistem ekspor yang lebih kuat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. (JB-01)






